Byklik.com | Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) melepas 723 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Utara. Program yang berlangsung selama satu bulan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM Gampong Menuju Masyarakat Sejahtera.”
Prosesi pelepasan berlangsung di Lapangan Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan itu dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimal Prof. Dr. Mawardati, para dosen pembimbing lapangan (DPL), serta ratusan mahasiswa peserta KKN.
Kepala LPPM Unimal, Prof. Dr. Mawardati, mengatakan sebanyak 723 mahasiswa dari seluruh fakultas, kecuali Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Mahasiswa akan ditempatkan di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, yakni Kecamatan Nisam dan Kecamatan Kuta Makmur. Di Kecamatan Nisam, peserta disebar ke 24 gampong atau kelompok dengan rata-rata 12 mahasiswa di setiap lokasi. Sementara di Kecamatan Kuta Makmur, mahasiswa ditempatkan di 39 gampong atau kelompok dengan rata-rata 11 mahasiswa pada setiap lokasi.
“KKN-PPM tahun ini berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Peserta berasal dari seluruh fakultas di Unimal, kecuali FKIP,” kata Mawardati.
Ia menjelaskan, sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan mengenai kondisi sosial masyarakat, tata cara pelaksanaan program kerja, hingga etika bermasyarakat agar mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka mengabdi.
Menurut Mawardati, tema KKN tahun ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi gampong dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi unggulan di masing-masing gampong.
“Jangan membuat program yang hanya bersifat seremonial. Kenali potensi desa, gali kebutuhan masyarakat, kemudian rancang kegiatan yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung pengembangan ekonomi dan UMKM gampong,” pesannya.
Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik Universitas Malikussaleh selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan adat istiadat, budaya, serta norma yang berlaku di setiap gampong.
“Mahasiswa harus menghormati adat dan budaya masyarakat setempat. Berpakaianlah dengan sopan, menjaga sikap dan perilaku, serta menjaga diri selama berada di lokasi KKN. Jadilah bagian dari masyarakat dengan menunjukkan etika yang baik sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar diterima dan memberi manfaat bagi warga,” tuturnya.











