HeadlineLingkungan & EnergiPendidikan & Karier

Dosen UTU Patenkan Briket Ampas Kopi Ramah Lingkungan

Avatar
×

Dosen UTU Patenkan Briket Ampas Kopi Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) Utari Azrani, S.P., M.P. [Foto: Humas UTU]

Byklik.com | Meulaboh – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengembangkan metode pengolahan limbah ampas kopi menjadi briket bahan bakar padat yang lebih terukur, efisien, dan ramah lingkungan. Inovasi tersebut memperoleh pengakuan negara melalui Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Inovasi ini dikembangkan oleh Utari Azrani, S.P., M.P., bersama Muhammad Reza Aulia, S.Pt., M.Si., dan Fantashir Awwal Fuqara, S.P., M.Si. Sertifikat Paten Sederhana bernomor IDS000013454 diterbitkan pada 18 Mei 2026 dan ditandatangani Menteri Hukum melalui Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M.

Ketua tim peneliti, Utari Azrani, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari persoalan kualitas briket berbahan limbah ampas kopi yang selama ini belum konsisten akibat proses produksi yang tidak terstandarisasi.

“Kami merancang metode ini untuk mengatasi belum terukurnya proses pembuatan briket ampas kopi di masyarakat. Metode ini menawarkan solusi ganda, yaitu mengurangi akumulasi limbah organik dari warung dan industri kopi sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif yang ekonomis. Ketersediaan bahan baku di Aceh sangat melimpah dan prosesnya dirancang agar mudah diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Utari di Kampus UTU, Meulaboh, Minggu, 2 Agustus 2026.

Baca Juga  Pendaftaran Rektor UTU Periode 2026-2030 Dimulai, Ini Jadwalnya

Metode yang dipatenkan diawali dengan pengumpulan ampas kopi segar dari mesin pembuat kopi. Kadar air bahan baku kemudian diturunkan hingga mencapai kisaran 30–40 persen sebelum dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat, serbuk kayu gergaji sebagai bahan tambahan, dan air dalam komposisi tertentu hingga membentuk adonan homogen.

Selanjutnya, adonan dipadatkan menggunakan mesin pengepres hidrolik hingga mencapai densitas 0,9–1,2 gram per sentimeter kubik. Setelah dipotong dengan ukuran seragam, briket dikeringkan menggunakan oven bersuhu 80–100 derajat Celsius selama tiga hingga empat jam hingga kadar airnya berada di bawah 10 persen. Proses yang terkontrol tersebut menghasilkan briket dengan kualitas pembakaran yang lebih stabil.

Baca Juga  Magang Nasional Batch 2 Segera Dibuka, Peserta Dapat Uang Saku dan Jaminan Sosial

Briket berbahan limbah ampas kopi itu diproyeksikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga, industri kecil, hingga pasokan energi lokal. Selain menghasilkan bahan bakar padat, inovasi ini juga mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., mengapresiasi capaian para dosen Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh Sertifikat Paten Sederhana membuktikan bahwa riset akademisi UTU mampu memberikan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan energi masyarakat.

“Pencapaian Sertifikat Paten Sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademisi UTU mampu menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan energi masyarakat. Pimpinan universitas terus mendorong lahirnya inovasi yang sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak dari Kemdiktisaintek, sekaligus menjadi pijakan penting dalam mewujudkan cita-cita UTU Gemilang,” kata Nyak Amir.