Berita Utama

Program Bedah Rumah 2026 Naik Tajam, Papua Dapat Jatah 21.000 Unit

Avatar
×

Program Bedah Rumah 2026 Naik Tajam, Papua Dapat Jatah 21.000 Unit

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melakukan kunjungan lapangan ke lokasi yang akan menjadi prioritas penataan kawasan kumuh di Remu Utara, Distrik Sorong, Kota Sorong, Senin. 27 April 2026. [Foto: Kemen KKP]

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meningkatkan secara signifikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada 2026. Jumlahnya melonjak dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit tahun ini.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, dari total tersebut, sekitar 21.000 unit dialokasikan khusus untuk wilayah Papua yang tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota.

“Kita tingkatkan kuota BSPS di seluruh Papua menjadi minimal sekitar 21.000 unit. Artinya, setiap kabupaten/kota mendapatkan minimal 500 unit,” ujar Maruarar dikutip dari laman resmi Kementerian PKP, Kamis, 30 April 2026.

Baca Juga  Pertamina Kirim BBM Lewat Udara ke Daerah Terisolasi

Menurut Maruarar, pelaksanaan BSPS di Papua menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan perumahan hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Program BSPS ini adalah bukti nyata kehadiran negara, terutama di Papua. Kita ingin masyarakat memiliki rumah yang layak, sehat, dan aman sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Baca Juga  Kontak Tembak di Maybrat, Dua Prajurit TNI Gugur

“Program BSPS ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Kita ingin bergerak cepat agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, Maruarar menyebut program BSPS juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui skema swadaya. Warga dilibatkan langsung dalam proses pembangunan rumah, dengan pendampingan teknis di lapangan.

“Melalui skema swadaya, masyarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan rumahnya. Ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.