Berita UtamaPendidikan & Karier

Madrasah Hilang Diterjang Banjir, Kemenag Bangun Kembali MIN 05 Pidie Jaya

Avatar
×

Madrasah Hilang Diterjang Banjir, Kemenag Bangun Kembali MIN 05 Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini
Tim Kemenag meninjau pembangunan sekolah baru MIN 05 Pidie Jaya, yang sebelumnya rusak diterjang banjir, di Pidie Jaya, Sabtu, 13 Juni 2026. [Foto: Humas Kanwil Kemenag Aceh]

Byklik.com | Meureudu – Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai melaksanakan proses pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 05 Pidie Jaya, Aceh, yang sebelumnya hilang akibat diterjang banjir bandang pada akhir November 2025.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan tahapan pembangunan kembali madrasah tersebut telah dimulai sekitar satu bulan lalu dan saat ini masih berada pada tahap penimbunan lahan.

“Tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini sudah berlangsung sekitar sebulan lalu,” kata Azhari dalam keterangan resmi, Sabtu, 13 Juni 2026.

MIN 05 Pidie Jaya yang berlokasi di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sebelumnya hilang diterjang banjir bandang pada Rabu dini hari, 26 November 2025. Bangunan sekolah yang berada di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Meureudu itu tersapu arus hingga hanya menyisakan sekitar lima meter pondasi pagar depan.

Kini, lokasi lama madrasah tersebut telah berubah menjadi alur sungai sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di tempat semula.

Baca Juga  [FOTO]: Aksi Bela Palestina di Banda Aceh

Sebagai solusi, Kemenag merelokasi pembangunan madrasah ke lahan baru seluas 6.200 meter persegi yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi sebelumnya. Lahan tersebut berada di kawasan persawahan dan merupakan hasil hibah masyarakat setempat.

Menurut Azhari, salah satu penyumbang lahan hibah adalah Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014–2020.

“Pembangunan MIN ini sekarang baru tahap penimbunan tanah, sekitar 70 persen yang sudah tertimbun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penimbunan dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh.

Untuk pembangunan gedung dan pengadaan seluruh perlengkapan sekolah, Kemenag RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) telah menyiapkan anggaran sekitar Rp12 miliar yang direncanakan direalisasikan pada tahun ini.

Baca Juga  Aceh Besar Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Segini Besarannya

Selain dukungan anggaran, pembangunan MIN 05 Pidie Jaya juga mendapat pendampingan teknis dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang membantu menyusun master plan atau rencana induk pembangunan gedung madrasah baru tersebut.

“Alhamdulillah MIN 05 Pidie Jaya segera dibangun. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya,” kata Azhari.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Arskal Salim, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan dan layanan keagamaan.

“Kita sangat mengapresiasi, karena dari tiga provinsi terdampak, hanya masyarakat Aceh yang menghibahkan tanah untuk relokasi madrasah dan KUA,” ujar Arskal.

Menurutnya, dukungan masyarakat tersebut menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan, pascabencana.