Hukum & Kriminal

Polisi Telusuri Jejak Kejahatan Begal Lewat Digital Forensik

Bambang Iskandar Martin
×

Polisi Telusuri Jejak Kejahatan Begal Lewat Digital Forensik

Sebarkan artikel ini
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan jaringan kejahatan jalanan yang lebih luas melalui pemeriksaan hampir 200 gawai milik pelaku begal dan penadah barang hasil kejahatan. (Foto: Ilustrasi/ist)

Byklik.com | Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan jaringan kejahatan jalanan yang lebih luas melalui pemeriksaan hampir 200 gawai milik pelaku begal dan penadah barang hasil kejahatan.

Ratusan telepon genggam yang disita dari para pelaku tersebut kini dianalisis menggunakan teknologi digital forensik untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun pola kejahatan terorganisasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imannuddin, mengatakan proses analisis dilakukan di laboratorium digital forensik Polri.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Ungkap 171 Kasus 3C

“Dari hampir 200 gawai yang kami amankan atau kami sita dari tangan pelaku maupun para penadahnya, kami sedang melakukan analisa digital pada laboratorium digital forensik Polri,” ujar Iman, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya skema lain di balik maraknya aksi kejahatan jalanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga  BNN Ungkap Sindikat Narkotika Berkedok Vape dan Minuman Energi

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini,” katanya.

Menurut Iman, hasil analisis digital tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap jaringan penadah maupun pelaku lain yang diduga terlibat dalam tindak kriminal tersebut.

Saat ini, Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan penyelidikan dan menelusuri keterkaitan antar pelaku guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan kejahatan yang lebih besar dan terorganisasi.***