Byklik.com | Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pupuk. Penandatanganan berlangsung di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal kedua badan usaha milik negara (BUMN) dalam mengoptimalkan kompetensi, aset strategis, dan kapabilitas masing-masing guna memperkuat ekosistem industri nasional, mendorong hilirisasi, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan sinergi tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional.
“Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia, yakni energi dan pangan,” ujar Simon.
Menurut Simon, kolaborasi antarsektor menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ia menjelaskan Pertamina terus menjalankan transformasi melalui Dual Growth Strategy dengan memperkuat bisnis inti di sektor energi sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission.
Sementara itu, Pupuk Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas pertanian nasional sekaligus memperkuat industri petrokimia dalam negeri.
“Ketika dua kekuatan ini dipadukan, saya percaya kita tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga membangun ekosistem strategis yang memperkuat fondasi industri dan ekonomi Indonesia,” katanya.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan sektor energi dan industri pupuk memiliki keterkaitan erat dalam mendukung ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, kolaborasi kedua perusahaan tidak hanya memperkuat hubungan antarkorporasi, tetapi juga menjadi kemitraan strategis yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
“Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi. Ketika kedua mandat tersebut dipadukan, yang kita bangun bukan sekadar hubungan antarperusahaan, melainkan kemitraan yang memperkuat ekosistem industri nasional, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Rahmad.
Rahmad menambahkan, sinergi kedua perusahaan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah melalui integrasi kompetensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing perusahaan, sekaligus menjawab tantangan dan menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang.
Melalui nota kesepahaman tersebut, Pertamina dan Pupuk Indonesia akan mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama strategis yang berorientasi pada penguatan industri nasional, percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta mendukung ketahanan energi dan pangan Indonesia secara berkelanjutan.***











