HeadlineUncategorized

Pengelola Gym di Banda Aceh Mulai Pisahkan Fasilitas Pria dan Wanita

Raudhatul
×

Pengelola Gym di Banda Aceh Mulai Pisahkan Fasilitas Pria dan Wanita

Sebarkan artikel ini
Salah satu gym di Banda Aceh yang mulai menerapkan ruangan terpisah antara lelaki dan perempuan. [Foto: IG @rgym_bna]

Byklik.com | Banda Aceh – Sejumlah tempat kebugaran di Banda Aceh mulai melakukan penyesuaian fasilitas dan operasional dengan memisahkan area latihan bagi laki-laki dan perempuan. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Banda Aceh karena dinilai sejalan dengan aspirasi masyarakat serta penerapan nilai-nilai syariat Islam di daerah itu.

Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, M Rizal, mengatakan perubahan yang dilakukan sejumlah pengelola gym menunjukkan adanya kesadaran dan komitmen untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah pelaku usaha kebugaran telah mengambil inisiatif secara mandiri dengan melakukan penataan ruang dan sistem operasional agar aktivitas olahraga dapat berlangsung lebih tertib serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengunjung.

“Kami mengapresiasi pemilik gym yang mulai melakukan penyesuaian, baik melalui pemisahan ruang latihan maupun pengaturan yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung pria dan wanita,” kata Rizal, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga  TRK Lantik 326 Tuha Peut Nagan Raya

Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme. Selain menyediakan ruang latihan yang terpisah, pengelola juga dapat menerapkan jadwal penggunaan khusus bagi laki-laki dan perempuan atau memasang sekat pembatas yang memadai di area olahraga.

“Setiap tempat usaha memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, bentuk penyesuaiannya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia,” ujarnya.

Rizal menegaskan upaya pembinaan yang dilakukan Satpol PP-WH tidak bertujuan menghambat aktivitas usaha. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan untuk mendorong terciptanya fasilitas publik yang lebih ramah, nyaman, dan sesuai dengan karakteristik daerah.

Karena itu, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi, sosialisasi, dan komunikasi dengan para pelaku usaha agar proses penyesuaian dapat berjalan secara bertahap tanpa mengganggu operasional usaha yang telah berjalan.

Baca Juga  Prabowo: Nuzulul Quran Momentum Berantas Korupsi Nasional

“Kami mengutamakan dialog dan pembinaan. Harapannya, pelaku usaha dapat menyesuaikan diri secara bertahap sehingga tujuan bersama dapat tercapai,” katanya.

Menurut Rizal, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat, nyaman, serta mendukung penerapan nilai-nilai syariat Islam di Banda Aceh.

Ia berharap semakin banyak pengelola tempat kebugaran yang melakukan penyesuaian serupa sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan fasilitas olahraga yang aman dan nyaman.

“Tujuan akhirnya adalah memberikan ruang olahraga yang lebih baik bagi masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan dan nilai yang berlaku di daerah,” tuturnya.

Dengan semakin banyaknya tempat kebugaran yang melakukan penyesuaian fasilitas dan operasional, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan olahraga yang lebih nyaman sekaligus sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.