Byklik.com | Pacitan – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa latar belakang sebagai santri tidak menjadi batas untuk meraih cita-cita, termasuk menjadi pemimpin bangsa.
Hal tersebut disampaikan di hadapan ratusan santri Pesantren Tremas dalam acara Haul ke-169 Simbah KH Abdul Mannan Dipomenggolo, Kamis, 16 April 2026.
“Santri tidak terbatas dalam bercita-cita. Kalian bisa menjadi apa saja, bahkan menjadi pemimpin bangsa. Tidak ada larangan bagi santri untuk mengambil peran strategis di pemerintahan,” ujar Menag.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai motivasi bagi para santri agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak terjebak pada masa lalu.
“Jangan melihat masa lalu sebagai penghalang. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Saya ingin membagikan semangat ini kepada para santri agar terus maju dan percaya diri,” katanya.
Menag turut mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam proses menuntut ilmu. Ia menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kepribadian yang baik.
“Ilmu harus dibarengi dengan akhlak. Santri dikenal karena adab dan kepribadiannya. Itu yang harus terus dijaga,” pungkasnya.











