Pendidikan & Karier

UTU Kerahkan Mahasiswa Perbarui Data Sosial Ekonomi Aceh Barat

Avatar
×

UTU Kerahkan Mahasiswa Perbarui Data Sosial Ekonomi Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus UTU, Rabu, 15 Juli 2026. [Foto: Humas UTU]

Byklik.com | Meulaboh – Sebanyak 613 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) akan diterjunkan ke sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Barat untuk membantu pemerintah memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diharapkan menghasilkan basis data yang lebih akurat sehingga program pembangunan dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Program tersebut ditandai dengan pembukaan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus UTU, Rabu, 15 Juli 2026. Pembekalan berlangsung selama dua hari dengan mengusung tema “Kampus Berdampak untuk Aceh Barat Maju: Kolaborasi Mahasiswa KKN UTU dalam Pemutakhiran Data DTSEN Menuju Pembangunan yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan.”

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., mengatakan program KKN kali ini dirancang tidak hanya sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda strategis pemerintah daerah.

“Aktivitas KKN ini bukan sekadar proses belajar di luar ruang kuliah bagi para mahasiswa, melainkan bentuk kontribusi langsung dalam menyokong agenda taktis pemerintah. Keikutsertaan mahasiswa dalam verifikasi dan validasi data sosial ekonomi ini diharapkan melahirkan basis data yang bersih, presisi, dan objektif sebagai rujukan pengambilan kebijakan penting pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Baca Juga  Tiga Kandidat Rektor UTU Lolos Tahap Penyaringan

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat, Wistha Nowar, yang mewakili Bupati Aceh Barat, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh Fachri Idris, tim teknis Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat, para dosen pembimbing lapangan, serta 76 operator gampong yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalankan KKN.

Menurut Wistha Nowar, keterlibatan mahasiswa menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemutakhiran data sosial ekonomi di tingkat gampong.

“Langkah kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan keakuratan data DTSEN gampong. Melalui kehadiran para mahasiswa, kami optimis proses pemutakhiran data berjalan lebih cepat dan objektif, sehingga distribusi program pembangunan dan penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

Selama pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi teknis mengenai evaluasi pembangunan gampong, penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), mekanisme pemutakhiran DTSEN, hingga pengenalan program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Usai pembekalan, para peserta akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Bubon, Samatiga, dan Arongan Lambalek. Mereka akan bekerja sama dengan aparatur gampong dan instansi terkait untuk melakukan verifikasi serta validasi data sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Terkait Polemik JKA, PW Pemuda Muslimin Aceh Ingatkan Gubernur Soal Ini

Dalam pelaksanaan KKN tahun ini, UTU juga memastikan seluruh mahasiswa memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebanyak 613 peserta telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris, mengatakan perlindungan tersebut diberikan mengingat aktivitas mahasiswa di lapangan memiliki berbagai potensi risiko.

“Mahasiswa KKN akan melaksanakan berbagai aktivitas di lapangan yang memiliki potensi risiko. Melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, mereka diharapkan dapat menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih aman, nyaman, dan optimal. Program JKK memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN, termasuk dalam perjalanan menuju dan kembali dari lokasi kegiatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia berharap perlindungan tersebut memberikan rasa aman bagi mahasiswa, pihak universitas, maupun keluarga sehingga peserta dapat fokus menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat melaksanakan KKN tanpa rasa khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi. Perlindungan ini juga memberikan rasa tenang bagi orang tua dan pihak universitas selama kegiatan berlangsung,” tutup Fachri Idris.