Pendidikan & Karier

Lulus S2 IPK 4,00, ASN Ini Haru Ditinggal Ibu

Avatar
×

Lulus S2 IPK 4,00, ASN Ini Haru Ditinggal Ibu

Sebarkan artikel ini
Buono Aji Santoso mencatat prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada Wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), 22–23 April 2026. [Foto: UGM]

Byklik.com | Yogyakarta – Buono Aji Santoso mencatat prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada Wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), 22–23 April 2026. Namun di balik capaian itu, ia menyimpan duka karena sang ibu wafat sebelum menyaksikan momen tersebut.

Lulusan Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM ini menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 6 bulan 21 hari, lebih cepat dari rata-rata masa studi 2 tahun 1 bulan.

“Saya yakin Ibu senang mendengar kabar ini, meski beliau tidak bisa hadir di wisuda saya,” ujar Buono, Kamis, 23 April 2026.

Baca Juga  USK dan Serunai Berhad Kerja Sama Kembangkan Ekosistem Halal Blockchain

Buono merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian PANRB sejak 2018. Ia memutuskan melanjutkan studi untuk meningkatkan kapasitas sebagai auditor agar mampu memastikan pengelolaan keuangan negara lebih optimal dan berdampak bagi masyarakat.

“Tujuan saya memastikan setiap rupiah dari APBN memberikan value for money,” katanya.

Selama kuliah, Buono menjalani proses yang tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan, studi, dan keluarga, bahkan menghadapi ujian berat saat mendampingi ibunya yang mengidap kanker tiroid stadium 4 di tengah penyusunan tesis.

“Pelajaran paling berharga, saya belajar untuk tidak menyerah sampai akhir,” ujarnya.

Baca Juga  Menteri PPPA Pastikan Sekolah Rakyat Kedepankan Kepentingan Anak

Dengan disiplin tinggi, ia aktif berdiskusi, mencatat materi, serta memanfaatkan waktu luang untuk belajar. Upaya tersebut membuahkan hasil, termasuk meraih penghargaan Best Presenter dalam konferensi internasional.

Meski sempat mengalami kegagalan di awal perkuliahan, Buono memilih bangkit dan memperbaiki hasil akademiknya hingga meraih nilai sempurna.

Ke depan, ia berkomitmen mengimplementasikan ilmunya untuk memperbaiki tata kelola keuangan publik serta membuka peluang melanjutkan studi doktoral.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi proses belajar.

“Jangan cepat puas. Terus belajar dan tingkatkan kapasitas diri,” pungkasnya.