Pendidikan & KarierTeknologi & Sains

BRIN dan Telkom University Perkuat Kolaborasi Robotika dan AI

Avatar
×

BRIN dan Telkom University Perkuat Kolaborasi Robotika dan AI

Sebarkan artikel ini
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas bekerja sama dengan Telkom University menyelenggarakan The 2nd International Conference on Smart Mechatronics (ICSMech) 2026 secara hybrid pada 9–11 Juni 2026 di Bandung. [Foto: BRIN]

Byklik.com | Bandung – Perkembangan pesat teknologi robotika, kecerdasan buatan (AI), dan mekatronika cerdas mendorong pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghadapi tantangan masa depan. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas bekerja sama dengan Telkom University menyelenggarakan The 2nd International Conference on Smart Mechatronics (ICSMech) 2026 secara hybrid pada 9–11 Juni 2026 di Bandung.

Mengusung tema “Empowering Smart Mechatronics Innovations: Robotics, AI, and Intelligent Systems for a Connected Intelligent World”, konferensi internasional ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, industri, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendorong inovasi di bidang mekatronika cerdas.

Ketua Panitia ICSMech 2026 sekaligus Ketua Kelompok Riset Robotika dan Kecerdasan Sistem Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Roni Permana Saputra, mengatakan kemajuan teknologi saat ini menuntut integrasi pengetahuan yang semakin terbuka dan kolaboratif.

“Kemajuan dalam kecerdasan buatan, robotika, automasi, teknologi penginderaan, dan sistem cerdas menciptakan peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan unik. Tidak ada satu pun institusi, disiplin ilmu, atau negara yang dapat menghadapi tantangan ini sendirian. Kemajuan kini kian bergantung pada kemampuan kita untuk belajar satu sama lain dan berkolaborasi melampaui batas,” ujarnya saat pembukaan konferensi.

Baca Juga  Pelajar Bolos Sekolah di Aceh Besar Kedapatan Akses Judol dan Konten Terlarang

Kepala BRIN yang diwakili Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Budi Prawara, menegaskan bahwa penyelenggaraan ICSMech 2026 mencerminkan peran BRIN sebagai science think tank nasional yang berupaya menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Menurutnya, kolaborasi antara BRIN dan Telkom University merupakan contoh kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat guna mempercepat pengembangan teknologi nasional.

“Kemitraan di balik konferensi ini, yang mempertemukan BRIN dengan Universitas Telkom, adalah model yang ingin kita lihat lebih banyak lagi ke depan; lembaga riset nasional dan universitas terkemuka bekerja sebagai satu kesatuan,” kata Budi.

Ia menambahkan bahwa kedaulatan teknologi tidak hanya diukur dari kepemilikan teknologi, tetapi juga kemampuan bangsa dalam menguasai dan mengembangkannya secara mandiri.

“Kedaulatan bukan sekadar kepemilikan, melainkan penguasaan. Kedaulatan adalah kapasitas untuk menyalakan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih cerdas, lebih tangguh, dan lebih inklusif untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.

ICSMech 2026 menghadirkan sejumlah pakar internasional dan tokoh industri sebagai pembicara utama. Salah satunya Professor Michael Milford dari Queensland University of Technology (QUT), Australia, yang memaparkan perkembangan terbaru teknologi automasi dan navigasi cerdas berbasis kecerdasan buatan.

Menurut Milford, algoritma AI terapan kini mampu mengubah sistem mekanis konvensional menjadi robot otonom yang adaptif terhadap lingkungan yang kompleks.

Baca Juga  DPR Desak BRIN Perkuat Riset Kebencanaan yang Aplikatif dan Terintegrasi

Dari perspektif hilirisasi riset, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi kontrol dan manufaktur cerdas berbasis komponen lokal untuk mempercepat implementasi hasil penelitian ke tingkat industri.

“Penguasaan teknologi kontrol dan manufaktur cerdas oleh industri dalam negeri menjadi pilar utama guna mempercepat implementasi hasil riset laboratorium BRIN ke dalam skala produksi massal yang berdaya saing global,” jelasnya.

Selain itu, konferensi ini juga menghadirkan sejumlah keynote speaker terkemuka, antara lain Prof. Keisuke Morishima dari Osaka University, Dr. Francesco Cursi dari Noah’s Ark Lab Huawei Technologies Hong Kong, Prof. R. Haryo Dwito Armono dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Maman Abdurohman dari Telkom University, serta Prof. Abdul Wahab Bin Abdul Rahman dari International Islamic University Malaysia.

Melalui ICSMech 2026, BRIN menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi global dalam pengembangan robotika, kecerdasan buatan, dan sistem cerdas.

Konferensi ini diharapkan menjadi katalis lahirnya berbagai inovasi teknologi yang mampu menjawab tantangan masa depan serta memperkuat daya saing Indonesia di tengah percepatan transformasi digital global.