Byklik.com | Lhokseumawe – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, mengajak kaum perempuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi dan Edukasi Program Inong QRIS yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe di Aula Lantai III KPwBI Lhokseumawe, Jumat, 26 Juni 2026.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, beserta jajaran, serta diikuti pengurus dan kader TP PKK Kota Lhokseumawe.
Program Inong QRIS merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Dalam sambutannya, Yulinda Sayuti menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, mengenai transaksi keuangan digital.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sehingga perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan layanan pembayaran digital yang aman, mudah, cepat, dan efisien.
“Perempuan merupakan pengelola keuangan keluarga. Karena itu, pemahaman terhadap transaksi digital, khususnya melalui QRIS, menjadi bekal penting agar pengelolaan keuangan semakin efektif serta mampu mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Yulinda mengajak seluruh kader TP PKK Kota Lhokseumawe menjadi pelopor dalam penggunaan layanan keuangan digital secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga manfaat literasi keuangan digital semakin luas.
Ia menambahkan, sinergi antara Bank Indonesia dan TP PKK menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi keuangan digital di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman terhadap transaksi non-tunai, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital sekaligus mewujudkan keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, mengatakan Program Inong QRIS merupakan salah satu strategi Bank Indonesia untuk memperluas penggunaan QRIS sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Menurut Prabu, perempuan menjadi salah satu sasaran utama program tersebut karena memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga maupun aktivitas ekonomi sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik mengenai sistem pembayaran digital, perempuan diharapkan mampu menjadi penggerak percepatan digitalisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia menjelaskan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pembayaran yang aman, cepat, efisien, dan inklusif. Selain itu, transaksi non-tunai dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mempercepat transformasi digital.
Prabu berharap kader TP PKK Kota Lhokseumawe dapat menjadi agen edukasi dengan mengajak keluarga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat untuk memanfaatkan QRIS dalam berbagai aktivitas ekonomi.
“Kolaborasi Bank Indonesia bersama TP PKK diharapkan mampu memperluas penggunaan QRIS sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui Program Inong QRIS, Bank Indonesia berharap penggunaan QRIS di Kota Lhokseumawe mampu mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.***











