Berita Utama

Kementan Tangani Kekeringan, 3.233 Hektare Sawah Lamongan

Bambang Iskandar Martin
×

Kementan Tangani Kekeringan, 3.233 Hektare Sawah Lamongan

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan mitigasi untuk mengatasi lahan persawahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. (Foto: Dok. Biro Kominfo Kementan)

Byklik.com | Lamongan – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat 3.233 hektare dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah berhasil mendapatkan pengairan.

Data per 29 Agustus 2026 menunjukkan masih terdapat 217 hektare lahan yang dalam proses penanganan. Upaya pengairan dilakukan melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi di sejumlah wilayah terdampak.

Penanganan tersebut mencakup tujuh kecamatan. Sejumlah wilayah bahkan telah menyelesaikan seluruh proses pengairan lahan yang terdampak kekeringan.

Di Kecamatan Deket, dari 397 hektare lahan padi dengan usia tanaman 40–45 hari setelah tanam, sebanyak 380 hektare telah teraliri air. Sementara 17 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

Di Kecamatan Karangbinangun, seluruh 248 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 30–40 hari setelah tanam telah berhasil mendapatkan pengairan.

Penanganan juga telah tuntas di Kecamatan Glagah. Sebanyak 15 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 46–60 hari setelah tanam seluruhnya telah teraliri air.

Capaian pengairan terbesar tercatat di Kecamatan Kalitengah. Dari total 1.855 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 0–40 hari setelah tanam, seluruhnya telah berhasil ditangani melalui kombinasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi.

Baca Juga  Prabowo Tegaskan Komitmen Bela Buruh dan Rakyat

Sementara itu, Kecamatan Turi masih menjadi wilayah dengan lahan yang membutuhkan penanganan paling luas. Dari 791 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 0–45 hari setelah tanam, sebanyak 622 hektare telah teraliri air. Adapun 169 hektare masih dalam proses penanganan.

Di Kecamatan Sukodadi, pengairan terhadap 50 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 25–30 hari setelah tanam telah selesai dilakukan.

Sedangkan di Kecamatan Sugio, dari 94 hektare lahan padi berusia 25–45 hari setelah tanam, sebanyak 63 hektare telah teraliri air dan 31 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Menurut Amran, program penguatan sektor pertanian telah disiapkan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi pangan di berbagai daerah.

Ia mengatakan penanganan kekeringan di Lamongan dilakukan melalui optimalisasi pompanisasi serta perbaikan jaringan irigasi guna menjaga keberlanjutan musim tanam petani.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Arief Cahyono, mengatakan capaian pengairan tersebut menunjukkan respons cepat jajaran di lapangan.

Baca Juga  Harga SBM Naik, Kementan Turun Tangan

“Capaian pengairan 3.233 hektare dari total 3.450 hektare lahan terdampak menunjukkan langkah cepat jajaran di lapangan. Sisa 217 hektare, khususnya di Kecamatan Turi dan Sugio, terus dikawal agar segera tuntas,” ujar Arief, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Kementan, percepatan penanganan kekeringan di Lamongan didukung sinergi lintas instansi, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan.

Dukungan juga diberikan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan serta Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan dari Kementerian Pertanian.

Kementan menyatakan koordinasi dengan Penjabat Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh lahan terdampak kekeringan dapat teraliri air.

Pemerintah menargetkan sisa 217 hektare lahan yang masih dalam proses penanganan dapat segera mendapatkan pengairan sehingga petani dapat mempertahankan keberlanjutan musim tanam di tengah kondisi kekeringan.***