Nasional

Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru Lewat Ruang GTK

Bambang Iskandar Martin
×

Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru Lewat Ruang GTK

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA yang berlangaubg di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: Kemendikdasmen)

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pengembangan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang dapat diakses melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Program ini diharapkan memudahkan guru di seluruh Indonesia meningkatkan kompetensi tanpa terkendala jarak, waktu, maupun biaya perjalanan.

Peluncuran Pelatihan Mandiri PM-KKA dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pengembangan kompetensi guru secara merata guna mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru merupakan agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda agar guru mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tetapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga  Dari Garut, Kemendikdasmen Dorong Sekolah Bebas Perundungan

Melalui kanal Ruang GTK, para guru dapat mengakses berbagai materi pelatihan secara fleksibel, mulai dari modul pembelajaran, video pembelajaran, hingga penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar. Dengan sistem tersebut, guru dapat mengikuti pelatihan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di sekolah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pelatihan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan implementasi berbasis mata pelajaran. Selain itu, pelaksanaan pelatihan juga mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai pusat inovasi pembelajaran.

“Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas,” kata Nunuk.

Ia menjelaskan, pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur. Jalur pertama diselenggarakan secara luring melalui forum Kelompok Kerja dengan metode Teacher Experimental TTrainin (TET). Melalui pendekatan ini, guru didorong merancang solusi atas berbagai tantangan pembelajaran di kelas, menerapkannya, kemudian melakukan refleksi bersama rekan sejawat.

Baca Juga  Ekspedisi Patriot Pacu Transformasi Ekonomi Transmigrasi

Adapun jalur kedua dilaksanakan secara daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Guru dapat mengikuti fitur Pelatihan Mandiri yang menyediakan modul, video pembelajaran, dan webinar bersama fasilitator, maupun Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS) yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan pendampingan secara daring.

Melalui dua jalur tersebut, Kemendikdasmen menargetkan pelatihan PM-KKA 2026 mampu menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari sekitar 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen berharap perluasan akses pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru secara lebih merata sehingga kualitas pembelajaran di sekolah terus meningkat. Dengan guru yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, diharapkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mampu menjawab tantangan masa depan.***