Byklik.com | Banda Aceh – Hingga Jumat, 3 Juli 2026, jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci kembali bertambah menjadi 20 orang. Penambahan tersebut setelah seorang jemaah asal Kabupaten Nagan Raya wafat usai menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan jemaah terbaru yang meninggal dunia adalah Rapasah Puteh, anggota Kloter 9 asal Kabupaten Nagan Raya.
“Jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah kembali bertambah menjadi 20 orang,” kata Arijal, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Arijal, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, akibat gangguan pernapasan.
“Beliau meninggal karena sakit sesak napas. Sebelumnya memang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, sebagian besar jemaah meninggal dunia akibat penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta komplikasi penyakit penyerta yang telah diderita sebelumnya.
Sebelum Rapasah Puteh, PPIH juga melaporkan wafatnya Mardani Asya Adam (61), jemaah asal Kabupaten Bener Meriah, yang meninggal di King Abdul Aziz Hospital pada 29 Juni 2026.
Selain itu, Fatimah Basyah asal Aceh Jaya meninggal akibat septic shock, pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dan congestive heart failure (CHF). Aisyah Abdullah asal Aceh Timur wafat karena hipoksia serebral, sedangkan Muhammad Thaib dari Pidie Jaya meninggal akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
Jemaah lainnya yang meninggal yakni Cut Salmiah asal Pidie dan M. Natsir Muhammad Isa dari Pidie Jaya yang sama-sama wafat akibat cardiogenic shock. Mustafa Ismail asal Banda Aceh meninggal karena gagal napas akut yang disertai septic shock, pneumonia, pneumotoraks, gagal ginjal akut, serta serangan jantung akut dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Sementara itu, petugas haji Dedeng Trisulo meninggal akibat serangan jantung akut.
Busra Bustamam Jamil asal Aceh Selatan juga dilaporkan meninggal karena septic shock, gagal napas akut, dan perdarahan saluran cerna. Razali Mahmud Ben dari Kota Langsa wafat akibat acute coronary syndrome dengan penyakit jantung iskemik kronis, sedangkan Muhammad Yusuf asal Bireuen meninggal karena hypovolaemic shock.
Selanjutnya, Nurdin Ali asal Pidie meninggal akibat cardiogenic shock disertai pneumonia. Mahdi Muhammad Sufi dari Aceh Besar wafat karena penyakit ginjal kronis, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh asal Pidie meninggal akibat cardiogenic shock dan pneumonia, sedangkan Sulasry Abdul Gani asal Bireuen juga meninggal karena cardiogenic shock.
Aminah Ahmad dan Siti Salmijah, keduanya berasal dari Pidie Jaya, meninggal akibat gagal jantung. Maimunah Yusuf Ali asal Aceh Tamiang wafat karena acute decompensated congestive heart failure, sementara Nurwaida Muhammad Yusuf asal Bireuen meninggal akibat cardiogenic shock.
Arijal menambahkan, hingga saat ini masih terdapat satu jemaah haji asal Aceh yang menjalani perawatan di Arab Saudi.
“Saat ini masih ada satu jemaah asal Aceh yang dirawat di Rumah Sakit King Fahad Hospital, yaitu Abdul Rahman asal Kabupaten Pidie Jaya. Kami terus memantau perkembangan kondisi kesehatannya,” ujar Arijal.











