Berita Utama

Kemenag Aceh Hidupkan Kembali Tradisi Rateb Aneuk

Bambang Iskandar Martin
×

Kemenag Aceh Hidupkan Kembali Tradisi Rateb Aneuk

Sebarkan artikel ini
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar lomba "Rateb Aneuk" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

Byklik.com | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar lomba Rateb Aneuk dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin, 10 Agustus 2026, tersebut diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk peserta nonmuslim.

Lomba yang diselenggarakan Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Aceh itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali Rateb Aneuk, salah satu tradisi pengasuhan masyarakat Aceh yang mengandung nilai pendidikan, nasihat, dan kasih sayang orang tua kepada anak.

Rateb Aneuk merupakan tradisi berupa untaian syair atau kata-kata yang disampaikan orang tua ketika menidurkan anak. Tradisi tersebut dahulu menjadi bagian dari kehidupan keluarga masyarakat Aceh dan menjadi salah satu sarana menyampaikan pesan kehidupan kepada anak.

Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi yang memiliki nilai sosial dan pendidikan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin membangkitkan kembali tradisi lama yang sesungguhnya memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat. Dahulu, melalui Rateb Aneuk, orang tua membangun ikatan yang dekat dengan anak. Ada pesan-pesan kehidupan yang disampaikan melalui syair ketika menidurkan anak, dan tradisi seperti ini sekarang semakin langka,” ujar Zulfikar.

Baca Juga  Rahmi Suraiya Dikukuhkan sebagai Ketua Salimah Aceh Periode 2025–2030

Menurut Zulfikar, perkembangan kehidupan masyarakat membuat sejumlah tradisi keluarga semakin jarang dilakukan. Karena itu, pengenalan kembali Rateb Aneuk dinilai penting agar generasi muda mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut.

Dorong Peran Ayah dan Ibu dalam Pengasuhan

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan keluarga turut memengaruhi interaksi langsung antara orang tua dan anak.

Menurutnya, tradisi lokal yang mengandung nilai pendidikan, komunikasi, dan kasih sayang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

Azhari juga menekankan pentingnya pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam pengasuhan anak.

Menurutnya, pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah dan ibu memiliki peran penting dalam memberikan perhatian, pendidikan, kasih sayang, serta keteladanan kepada anak.

“Keikutsertaan peserta laki-laki dalam lomba ini untuk menegaskan pentingnya berbagi peran laki-laki dan perempuan dalam membangun keluarga, termasuk dalam pengasuhan anak,” tegas Azhari.

Ia berharap pembagian peran yang seimbang dapat memperkuat komunikasi antara suami dan istri serta mendukung terciptanya keluarga yang harmonis.

Azhari menilai ketahanan keluarga merupakan salah satu fondasi dalam membangun masyarakat yang kuat. Menurutnya, hubungan yang baik dan komunikasi yang terjaga dalam keluarga dapat mendukung terciptanya lingkungan pengasuhan yang positif bagi anak.

Baca Juga  Hilal Tidak Terlihat, Kemenag Aceh Perkirakan Idulfitri Serentak 31 Maret 2025

Keterlibatan ASN Nonmuslim

Kegiatan tersebut juga melibatkan ASN nonmuslim di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh. Keterlibatan peserta dari latar belakang agama yang berbeda dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dalam lingkungan kerja yang majemuk.

Azhari mengatakan perbedaan latar belakang agama tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, menghargai tradisi dan budaya lokal, serta memperkuat persaudaraan sebagai sesama warga negara.

“Kebersamaan dalam kegiatan budaya menjadi ruang untuk memperkuat moderasi beragama dan membangun kehidupan yang rukun di tengah keberagaman,” ujarnya.

Menurut Azhari, tradisi budaya dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Dalam konteks tersebut, Rateb Aneuk tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Aceh, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat toleransi dan persatuan.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Rateb Aneuk dapat kembali dikenal dan dipahami oleh generasi muda. Tradisi tersebut diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bagian dari pendidikan dan pengasuhan dalam keluarga.

Lomba Rateb Aneuk menjadi salah satu rangkaian kegiatan Kanwil Kemenag Aceh dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya, pendidikan keluarga, kebersamaan, dan semangat moderasi beragama.***