Byklik.com | Lhoksukon – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menunjukkan dukungan terhadap pelestarian situs sejarah Samudera Pasai dengan mengikuti penanaman pohon di kompleks Makam Sultanah Nahrasiyah, Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Jumat, 11 September 2026.
Penanaman pohon tersebut digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Samudera Pasai ke-800. Kegiatan itu sekaligus menjadi upaya menjaga lingkungan di kawasan situs bersejarah.
Sebelum penanaman, Kapolres Lhokseumawe bersama unsur Forkopimda mengunjungi dan berziarah ke Makam Sultanah Nahrasiyah. Rombongan kemudian mendapat penjelasan mengenai sejarah singkat Sultanah Nahrasiyah dari penjaga makam, Ramlan alias Raja Khan.
Unsur Forkopimda selanjutnya melakukan penanaman pohon secara simbolis di kawasan kompleks makam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian bersama terhadap kondisi lingkungan di sekitar situs sejarah Samudera Pasai.
Kapolres Lhokseumawe melalui Kasi Humas Polres Lhokseumawe Iptu Ramadhan mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Jadi Samudera Pasai ke-800 sekaligus pelestarian kawasan bersejarah.
KMenurut Ramadhan, pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk TNI/Polri dan masyarakat.
“Pelestarian situs sejarah dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat,” ujar Ramadhan.
Ramadhan menambahkan, peringatan Hari Jadi Samudera Pasai ke-800 diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap situs-situs bersejarah di Aceh. Upaya pelestarian, kata dia, perlu dibarengi dengan pemeliharaan keamanan, ketertiban, kebersihan, dan lingkungan kawasan.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mendukung pemeliharaan kawasan bersejarah Samudera Pasai secara berkelanjutan sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga dan dapat dikenal oleh generasi mendatang.***











