Berita Utama

Polda Kalteng Uji Serbuk Singkong untuk Padamkan Bara Karhutla

Bambang Iskandar Martin
×

Polda Kalteng Uji Serbuk Singkong untuk Padamkan Bara Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menguji inovasi serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada kawasan gambut, Jumat, 4 September 2026. (Foto: Polda Kalteng)

Byklik.com | Palangka Raya – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menguji inovasi serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada kawasan gambut.

Inovasi tersebut merupakan dukungan dari Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri. Serbuk pemadam itu digunakan untuk membantu memadamkan bara api yang masih berada di bawah permukaan lahan gambut.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, inovasi tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi tantangan pemadaman karhutla di lahan gambut. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Dulin Kandang, Kota Palangka Raya, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Iwan, salah satu kendala dalam pemadaman lahan gambut adalah bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Kondisi ini yang dinilai kerap menimbulkan asap tebal dan berpotensi memicu kebakaran ulang saat tertiup angin,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, serbuk pemadam yang digunakan bernama Hertindo AF31. Dalam penerapannya, serbuk tersebut dicampurkan dengan air, kemudian diinjeksi langsung ke titik bara yang terdeteksi di bawah permukaan lahan.

Baca Juga  Harbour Energy Perkuat Literasi Energi Mahasiswa Aceh Lewat Seminar Nasional

Untuk mendeteksi titik panas secara lebih akurat, proses pemadaman juga dibantu drone thermal. Teknologi tersebut digunakan untuk menentukan lokasi bara sehingga penggunaan air dapat dilakukan secara lebih efisien.

“Pemadamannya dibantu dengan drone thermal untuk mendeteksi titik bara secara akurat agar penggunaan air lebih efisien di tengah keterbatasan sumber air saat musim kemarau,” katanya.

Iwan mengatakan, berdasarkan hasil uji coba di lapangan, penggunaan serbuk tersebut dinilai dapat membantu mempercepat pemadaman bara yang berada di bawah permukaan gambut.

“Dari hasil uji coba di lapangan, ternyata lebih efektif untuk lebih cepat memadamkan bara yang ada di bawah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan setiap kantong serbuk penyekat api yang diterima dari Korbrimob Polri memiliki berat 25 kilogram. Serbuk tersebut kemudian dicampurkan dengan air sebelum digunakan dalam proses pembasahan.

Baca Juga  Wapres Apresiasi RSUD yang Bangkit dari Banjir

“Setiap kantong ini berisi 25 kilogram serbuk penyekat api dan akan kita campur menggunakan air sebanyak 100 liter. Tampungan ini sebanyak 1.200 liter, kita akan campurkan sebanyak 12 kaleng,” jelasnya.

Menurut Iwan, campuran tersebut digunakan untuk membantu menyekat dan memadamkan bara api yang masih berada di bawah permukaan gambut.

“Fungsinya adalah nanti untuk penyekat bara-bara api yang ada di bawah gambut,” lanjutnya.

Kapolda memastikan bantuan bahan pemadam dari Mabes Polri melalui Korbrimob tersebut telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Bahan tersebut digunakan dalam kegiatan pembasahan di lokasi yang masih berpotensi menyimpan bara api.

Iwan berharap penggunaan inovasi tersebut dapat mempercepat proses pemadaman serta mengurangi potensi munculnya kembali asap akibat bara yang masih berada di bawah permukaan gambut.

“Dengan adanya inovasi ini, Polda Kalteng optimistis penanganan karhutla di wilayah gambut dapat dilakukan lebih cepat, hemat sumber daya, dan meminimalisasi dampak asap bagi masyarakat,” pungkasnya.***