Byklik.com | Lhokseumawe – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan mengajak mahasiswa baru Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Ahzan saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Dr. Ir. Rizal Syahyadi, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Syukri, serta Ketua Kerja Sama. Kegiatan dipandu Koordinator Humas Politeknik Negeri Lhokseumawe Dr. Ir. Muhammad Hatta.
Dalam pemaparannya, Ahzan mengatakan mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan yang besar, baik dari sisi wilayah, suku, bahasa maupun budaya. Keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dirawat melalui persatuan, toleransi, dan sikap saling menghargai.
“Indonesia adalah bangsa yang memiliki sejarah panjang. Kita disatukan dalam satu negara dengan wilayah dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Keberagaman suku, bahasa, dan budaya merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar Ahzan.
Ia menjelaskan, terdapat empat konsensus dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu dipahami dan diamalkan generasi muda, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ahzan menegaskan, Pancasila tidak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku setiap warga negara, terutama generasi muda.
“Bangga menjadi warga negara Indonesia. Jangan sampai kita justru merendahkan atau tidak menghargai negara sendiri. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan,” katanya.
Selain wawasan kebangsaan, Ahzan mengingatkan mahasiswa agar menjadi warga negara yang taat hukum, menghormati hak orang lain, menjunjung tinggi toleransi, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memicu perpecahan.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Mahasiswa, kata dia, perlu memiliki kemampuan literasi digital agar dapat menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal, intoleransi, maupun propaganda yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Jaga persatuan. Jangan memperbesar perbedaan. Kita boleh berbeda suku, budaya, maupun latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Ahzan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahzan turut mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Menurutnya, ancaman terhadap bangsa tidak selalu berbentuk perang konvensional, tetapi juga dapat muncul melalui berbagai bentuk kejahatan dan penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk ikut melestarikan budaya daerah dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari penerapan nilai cinta tanah air.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bangsa. Belajar dengan sungguh-sungguh, taat hukum, menjaga toleransi, melestarikan budaya, dan menjauhi narkotika merupakan bagian dari bela negara,” ungkapnya.
Ahzan kemudian membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan. Ia mengatakan masa perkuliahan merupakan fase penting dalam membentuk kemampuan dan karakter sehingga perlu dimanfaatkan mahasiswa dengan sebaik-baiknya.
“Saya sudah menyelesaikan kuliah sarjana hingga doktor dan ingin sekali kembali kuliah. Karena itu, kepada adik-adik mahasiswa, jangan sia-siakan kesempatan ini. Belajarlah dengan giat, rutin, dan ulet. Masa-masa kuliah tidak akan terulang lagi,” tuturnya.
Di akhir pembekalan, Ahzan mengajak mahasiswa baru menjadikan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan belajar, berkarya, dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Jadilah generasi yang bangga menjadi warga negara Indonesia serta bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.***











