Nasional

Job Fair Sukabumi Buka 5.000 Peluang Kerja Luar Negeri

Avatar
×

Job Fair Sukabumi Buka 5.000 Peluang Kerja Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka Pasim International Job Fair 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PASIM, Kota Sukabumi, Senin, 27 Juli 2026. [Foto: Kemen P2MI]

Byklik.com | Sukabumi – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka Pasim International Job Fair 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PASIM, Kota Sukabumi, Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan lebih dari 5.000 lowongan kerja luar negeri sekaligus meresmikan Program SMK PASIM Go Internasional.

Ajang tersebut diikuti 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang menawarkan peluang kerja di berbagai sektor strategis, seperti konstruksi, hospitality, manufaktur, dan pertanian dengan tujuan Jepang, Korea Selatan, hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.

Mukhtarudin mengatakan pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan luar negeri yang aman, legal, dan sesuai kompetensi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi tingginya angka pengangguran, khususnya di Kota Sukabumi.

“Kegiatan ini menjadi semakin penting mengingat data BPS Tahun 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Sukabumi masih mencapai 8,19 persen atau sekitar 29.871 penduduk belum bekerja. Peluang kerja luar negeri yang legal dan profesional menjadi solusi konkret untuk menjembatani masyarakat ke pasar kerja global,” ujarnya.

Baca Juga  BP3MI Jabar Rekam Biometrik 66 Calon PMI Korea

Ia juga mengungkapkan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global. Berdasarkan data SIP2MI per 25 Juli 2026, dari 301.049 lowongan kerja luar negeri yang tersedia, Indonesia baru mampu mengisi 77.158 lowongan atau sekitar 25,6 persen, sehingga masih terdapat 223.891 lowongan yang belum terpenuhi akibat keterbatasan kompetensi dan kemampuan bahasa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengiriman 500.000 pekerja migran Indonesia terampil secara bertahap pada periode 2026–2029. Sejalan dengan itu, Kementerian P2MI menjalankan berbagai program percepatan, di antaranya SMK Go Global, perluasan Migran Center di perguruan tinggi, dan pembentukan Kelas Migran di berbagai provinsi.

Peresmian Program SMK PASIM Go Internasional menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan vokasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dunia. Program ini membekali siswa dengan keterampilan kerja, penguasaan bahasa asing, sertifikasi internasional, serta akses penempatan kerja resmi ke luar negeri.

Baca Juga  Mensos: Lebih dari Empat Juta Anak Tak Bersekolah

Selain membuka ribuan lowongan kerja, Pasim International Job Fair 2026 juga menyediakan layanan psikotes gratis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran Indonesia melalui kerja sama dengan Bank BJB, Bank BJB Syariah, BNI, dan Bank Mega Syariah.

Mukhtarudin mengapresiasi Yayasan PASIM yang dinilai konsisten membangun ekosistem pendidikan dan penyiapan tenaga kerja migran. Ia berharap model tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak institusi pendidikan di Indonesia dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing global.

Pasim International Job Fair 2026 berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, 27–28 Juli 2026, dengan melibatkan 30 P3MI dan 30 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari Sukabumi dan Cianjur. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu menjadikan Sukabumi sebagai salah satu pusat pelatihan dan penyiapan tenaga kerja Indonesia untuk pasar kerja internasional.