Uncategorized

Densus 88 Aceh Sosialisasi Bahaya Radikalisme Digital ke Guru dan Polisi

Avatar
×

Densus 88 Aceh Sosialisasi Bahaya Radikalisme Digital ke Guru dan Polisi

Sebarkan artikel ini
Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri gelar sosialisasi wawasan kebangsaan kepada ratusan guru dan aparat kepolisian di Aula Polres Lhokseumawe, Rabu, 15 April 2026. [Foto: Humas Polri]

Byklik.com | Lhokseumawe – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) melalui sosialisasi wawasan kebangsaan kepada ratusan guru dan aparat kepolisian di Lhokseumawe.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Lhokseumawe, Rabu, 15 April 2026 dan diikuti sekitar 250 peserta, terdiri dari guru Bimbingan Konseling (BK) dan Bhabinkamtibmas jajaran Polres Lhokseumawe.

Kasatgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Fadli Widiyanto, menegaskan bahwa ruang digital kini menjadi jalur paling rawan dalam penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan gawai.

Baca Juga  Illiza Buka Pelatihan AI untuk Guru Banda Aceh

“Pemanfaatan media sosial dan penggunaan gawai menjadi sarana utama dalam penyebaran dan perekrutan paham radikal, khususnya yang menyasar generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran guru dan aparat kewilayahan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi paparan paham radikal di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai indikator awal keterpaparan serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara kolaboratif.

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Amankan 8 Tersangka Curanmor dan Belasan Barang Bukti

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Densus 88 AT Polri dengan Polres Lhokseumawe, Cabang Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe.

Wakapolres Lhokseumawe Kompol Salmidin bersama Kasat Binmas AKP Faisal dan KBO Sat Binmas IPTU Gunanto turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran dan perekrutan paham radikal, khususnya yang memanfaatkan ruang digital.