Uncategorized

Jalan Enang-Enang Masih Berisiko Tinggi, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Avatar
×

Jalan Enang-Enang Masih Berisiko Tinggi, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melihat perkembangan penanganan di lapangan, Sabtu, 30 Mei 2026. [Foto: BPJN Aceh]

Byklik.com | Bener Meriah – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan perwakilan masyarakat meninjau langsung kondisi ruas jalan Enang-Enang yang terdampak longsor untuk melihat perkembangan penanganan di lapangan.

Dari hasil peninjauan, kerusakan pada ruas jalan tersebut masih tergolong kompleks. Selain terdapat sejumlah titik longsoran, kerusakan juga terjadi pada bagian jembatan sehingga akses jalan belum dapat difungsikan bagi pengguna kendaraan.

Berdasarkan hasil kajian teknis, ruas Enang-Enang masih memiliki tingkat risiko yang tinggi akibat kondisi tanah yang labil serta kerusakan infrastruktur yang cukup berat.

Baca Juga  Polemik 37 Tahun Berakhir, Gampong Jeungki Akhirnya Kompak Salat Jumat Bergiliran

“Untuk keselamatan bersama, pengguna jalan diharapkan tetap memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia sampai kondisi ruas Enang-Enang benar-benar aman dan layak dilalui,” kata Plt. Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaen, Sabtu, 30 Mei 2026.

BPJN Aceh menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan. Karena itu, pembukaan akses jalan belum dapat dilakukan sebelum kondisi dinilai aman untuk dilalui.

Baca Juga  Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Umah Besi Kembali Terhubung

BPJN Aceh juga mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat yang turut membantu upaya pembukaan akses pascabencana.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan melintas di lokasi tersebut dan tetap menggunakan jalur alternatif yang telah tersedia hingga proses penanganan lebih lanjut dilaksanakan.

 

Saat ini, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah serta pihak terkait lainnya guna menyiapkan langkah penanganan yang tepat, aman, dan berkelanjutan agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.