Byklik.com | Lhokseumawe – Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menggelar silaturahmi bersama wartawan media cetak dan elektronik dalam kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng” di Markas Kodim (Makodim) 0103/Aceh Utara, Senin, 27 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara TNI dan insan pers guna memperkuat sinergi sekaligus menyampaikan informasi terkait program kerja Kodim, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Dalam suasana santai namun penuh substansi, Dandim menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mempercepat berbagai program, baik yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan. Salah satu fokus utama adalah pendampingan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pembangunan huntara di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe saat ini terus berjalan. Sebagian sudah selesai, sementara sisanya masih dalam proses,” kata Jamal Dani Arifin.
Ia menjelaskan, Kodim 0103/Aceh Utara mendapat mandat untuk mendampingi pembangunan 177 unit huntara. Seluruh unit tersebut telah rampung dan tersebar di tiga kecamatan, yakni Dewantara, Baktiya, dan Baktiya Barat. Selain itu, Kodim juga mendukung pembangunan 35 unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa peran pendampingan tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup distribusi bantuan logistik kepada masyarakat korban bencana. Ia mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan, termasuk perbedaan pemahaman antara masyarakat dan pihak terkait.
“Ada sebagian masyarakat yang memilih tidak menempati huntara dan seharusnya menerima bantuan dana tunggu hunian. Bantuan tersebut akan disalurkan setelah proses verifikasi data selesai,” ujarnya.
Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait penanganan bencana, Dandim menegaskan bahwa seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan arahan yang berlaku.
“Kami bekerja berdasarkan petunjuk dan ketentuan yang ada, khususnya dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pendampingan di lapangan,” tegasnya.
Selain fokus pada penanganan pascabencana, Kodim 0103/Aceh Utara juga menjalankan program rehabilitasi lahan pertanian. Program ini mencakup perbaikan sekitar 1.093 hektare sawah rusak yang tersebar di 27 desa pada empat kecamatan, yakni Sawang, Muara Batu, Dewantara, dan Baktiya.
Namun, pelaksanaan program tersebut saat ini baru berjalan di tiga kecamatan. Sementara itu, di Kecamatan Sawang masih dalam tahap penyesuaian dokumen perencanaan. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aceh Utara.
Di sektor infrastruktur, Kodim juga berperan aktif dalam pembangunan sejumlah jembatan darurat guna memulihkan akses masyarakat. Di antaranya tiga jembatan gantung di Kecamatan Sawang, sembilan jembatan Bailey, enam jembatan rangka baja (Aramco), serta 15 unit jembatan perintis untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Kegiatan “Ngopi Bareng” ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para jurnalis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih mendalam terkait program dan kebijakan yang dijalankan Kodim 0103/Aceh Utara dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.***











