Berita Utama

Bupati Aceh Tengah Undang Fadli Zon Buka PPN XIV

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Tengah Undang Fadli Zon Buka PPN XIV

Sebarkan artikel ini
Bupati Haili Yoga saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Jakarta – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, berharap Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dapat menghadiri dan membuka secara resmi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan digelar pada 24 Juni 2026 di Kabupaten Aceh Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Haili Yoga saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Kebudayaan untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Selain membuka perhelatan sastra tingkat internasional itu, Fadli Zon juga diharapkan dapat meresmikan Taman Budaya Aceh Tengah yang tengah dipersiapkan sebagai pusat pengembangan seni, sastra, dan budaya masyarakat Gayo.

Menurut Haili Yoga, Pertemuan Penyair Nusantara XIV merupakan agenda kebudayaan yang akan mempertemukan penyair, sastrawan, budayawan, dan pegiat seni dari berbagai negara. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri oleh perwakilan dari 14 negara.

“Kami hadir langsung sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk menyukseskan kegiatan ini. Undangan telah kami sampaikan kepada Bapak Menteri Kebudayaan dan kami berharap beliau berkenan hadir untuk membuka Pertemuan Penyair Nusantara XIV sekaligus meresmikan Taman Budaya Aceh Tengah,” ujar Haili Yoga.

Ia mengatakan, kehadiran Menteri Kebudayaan akan menjadi dukungan penting bagi upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Aceh Tengah, khususnya budaya Gayo yang selama ini menjadi identitas masyarakat setempat.

Baca Juga  Aceh Tengah Ekspor 19,2 Ton Kopi Gayo ke Inggris

Haili Yoga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai program. Salah satunya dengan mendorong penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian adat Gayo pada waktu-waktu tertentu di lingkungan pemerintahan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya daerah.

“Budaya Gayo merupakan identitas masyarakat Aceh Tengah yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Karena itu, berbagai program kebudayaan terus kami dorong agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pelestarian budaya juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan berbagai atraksi budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Sejumlah agenda seni dan budaya direncanakan dipusatkan di Lapangan Musara Alun sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan budaya dan kegiatan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Aceh Tengah sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Aceh.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, pembangunan Taman Budaya juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Keberadaan Taman Budaya nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat. Di sisi lain, sektor UMKM dapat tumbuh melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan wisatawan,” ujar Haili Yoga.

Ia menambahkan bahwa Aceh Tengah tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kopi Gayo yang telah mendunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Baca Juga  Jembatan Gemboyah Nyaris Putus, Akses Dua Kecamatan Lumpuh

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Tata Kelola Permuseuman pada Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Ike Rofiqoh Fazri, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam memajukan kebudayaan daerah.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan potensi budaya lokal.

“Kami mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Upaya seperti ini penting untuk memastikan kebudayaan tetap hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas bangsa,” kata Ike.

Ia menambahkan bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kekuatan budaya yang dimiliki suatu daerah. Daerah yang mampu menjaga dan mengembangkan kebudayaannya dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menarik kunjungan wisatawan.

“Pariwisata yang maju selalu didukung oleh kebudayaan yang kuat. Kami berharap berbagai potensi budaya di Aceh Tengah, termasuk Taman Budaya, museum, dan Warisan Budaya Takbenda, dapat terus dilestarikan serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap pelaksanaan Pertemuan Penyair Nusantara XIV tidak hanya menjadi ajang apresiasi sastra dan pertukaran gagasan antarnegara, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya Gayo kepada masyarakat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan tersebut, Aceh Tengah diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi, seni, dan budaya.***