Berita Utama

BMKG Catat Sembilan Gempa Susulan Usai Guncangan Magnitudo 5,5 Gayo Lues

Raudhatul
×

BMKG Catat Sembilan Gempa Susulan Usai Guncangan Magnitudo 5,5 Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi [Foto: Getty Images]

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik di Aceh setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan hingga pukul 11.30 WIB BMKG telah merekam sembilan kali gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama terjadi.

“Terpantau sembilan aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar 4,3,” ujar Andi Azhar.

Ia menjelaskan, sebelum gempa utama terjadi, BMKG juga mendeteksi satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 11.18 WIB itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episentrum gempa berada di darat, sekitar 36 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 9 kilometer.

Baca Juga  Inovasi AI Keamanan Pangan UGM Raih Perak di Malaysia

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Menurut Andi, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas Sesar Oreng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip).

BMKG mencatat guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas V MMI. Getaran juga dirasakan di Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dengan intensitas IV MMI.

Baca Juga  Laporan BPBA: Aceh Dilanda Banjir Besar, Puluhan Ribu Terdampak

Sementara itu, masyarakat di Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang turut merasakan getaran dengan intensitas III MMI.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG.

“BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan,” tutup Andi Azhar.