Teknologi & Sains

Kolagen Kulit Kambing Berpotensi Turunkan Tekanan Darah

Avatar
×

Kolagen Kulit Kambing Berpotensi Turunkan Tekanan Darah

Sebarkan artikel ini
Yuny diundang oleh Jining medical University, Jining, Shandong Province, China sebagai Pembicara Utama dalam acara The 2026 International Symposium on Functional Foods and Health Promotion 25-26 Agustus 2026. [Foto: Humas UGM]

Byklik.com | Yogyakarta – Kulit kambing dan domba selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri penyamakan untuk menghasilkan leather yang kemudian diolah menjadi berbagai produk, mulai dari sandang, aksesori fesyen hingga furnitur.

Namun, di tangan Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Yuny Erwanto, kulit tersebut memiliki potensi pemanfaatan lain. Kolagen yang terkandung di dalamnya dapat diolah menjadi oligopeptida yang memiliki kemampuan sebagai agen antihipertensi dan antioksidan.

“Kolagen yang diisolasi dari kulit kambing dan domba dapat menghasilkan oligopeptida yang mempunyai kemampuan sebagai agen antihipertensi dan antioksidan,” kata Yuny, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Yuny menjelaskan, kulit kambing dan domba dipilih sebagai sumber kolagen karena kedua ternak tersebut populer sebagai sumber daging yang banyak dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, pemanfaatan kulitnya selama ini masih lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan industri penyamakan.

Menurutnya, pemanfaatan kulit sebagai sumber kolagen dapat memberikan nilai tambah bagi usaha pemotongan kambing dan domba.

“Potensi hasil ikutan berupa kulit sebagai kolagen akan memberikan nilai tambah bagi usaha pemotongan kambing dan domba,” jelasnya.

Baca Juga  Menkomdigi Tantang AI Innovation Hub Hadirkan Solusi Publik

Ia menerangkan, untuk mendapatkan oligopeptida, kolagen dari kulit kambing dan domba terlebih dahulu diisolasi menggunakan berbagai metode. Selanjutnya, kolagen menjalani proses hidrolisis dengan enzim pencernaan manusia.

Proses tersebut menghasilkan oligopeptida dengan rantai yang lebih pendek. Senyawa ini kemudian berpotensi menghambat kerja Angiotensin Converting Enzyme atau ACE, yakni enzim yang berperan mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.

“Apabila kerja enzim ini dihambat dengan oligopeptida maka bersamaan akan menurunkan tekanan darah,” paparnya.

Menurut Yuny, pemurnian kolagen menjadi oligopeptida memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu pendekatan dalam membantu menangani gangguan tekanan darah tinggi melalui mekanisme biologis.

Ia menyebut bahan tersebut berasal dari sumber alami sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif berbasis bahan natural.

Atas hasil penelitiannya tersebut, Yuny diundang Jining Medical University, Jining, Provinsi Shandong, China, sebagai pembicara utama dalam The 2026 International Symposium on Functional Foods and Health Promotion yang berlangsung pada 25–26 Agustus 2026.

Baca Juga  3.865 Lulusan UGM Diingatkan Jangan Pernah Tinggalkan Integritas

Dalam kegiatan tersebut, Guru Besar Farmasi UGM Prof. Abdul Rohman juga menyampaikan presentasi mengenai pengembangan metode analisis untuk autentikasi pangan.

Dekan School of Public Health Jining Medical University, Prof. Leen Li, menyambut baik dan mengapresiasi materi yang disampaikan kedua pakar UGM tersebut.

Leen Li menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Shandong memberikan dukungan terhadap pengembangan pangan fungsional masa depan yang diharapkan dapat mendukung gaya hidup sehat.

Setelah simposium, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta permintaan dukungan kepada pakar UGM terkait rencana pembentukan laboratorium deteksi halal yang akan dibangun Jining Medical University.

Provinsi Shandong dikenal sebagai salah satu wilayah pertanian di China yang menghasilkan berbagai produk untuk pasar ekspor. Kehadiran lembaga dan laboratorium halal dinilai dapat mendukung perluasan pasar produk pertanian dan peternakan dari wilayah tersebut.

Perintisan kerja sama tersebut telah diinisiasi Yuny Erwanto sejak sekitar setahun lalu bersama mitra dari Korea Selatan, terutama dalam kegiatan penelitian dan publikasi bersama.