Byklik.com | Banda Aceh – Badan Baitul Mal Aceh (BMA) memberangkatkan 14 peserta Program Kuliah di Tempat Kerja ke Jepang Tahun 2026 melalui Bantuan Pendidikan Vokasi untuk Pesantren Teknologi MSBS (Muamalat Solidarity Boarding School). Program yang didanai dari infak Baitul Mal Aceh Tahun 2026 ini diharapkan mencetak generasi muda Aceh yang terampil, mandiri, dan berdaya saing global.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. M. Yunus M. Yusuf, S.H., secara resmi melepas keberangkatan para peserta di Banda Aceh, Senin, 3 Agustus 2026. Ke-14 peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Besar, Banda Aceh, Bener Meriah, Aceh Tengah (Takengon), Aceh Tenggara (Kutacane), Pidie Jaya, Gayo Lues, Bireuen, dan Lhokseumawe.
Yunus mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen Baitul Mal Aceh dalam memanfaatkan dana infak untuk mendukung pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tingkatkan ilmu, keterampilan, dan pengalaman selama mengikuti program. Jaga kedisiplinan serta nama baik Aceh di mana pun berada,” pesan Yunus kepada seluruh peserta.
Ia mengingatkan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian program dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab. Selain menimba ilmu dan pengalaman kerja di Jepang, mereka juga diminta menjaga nama baik Aceh serta Pesantren Teknologi MSBS selama berada di luar negeri.
Menurut Yunus, pengalaman belajar dan bekerja di Jepang diharapkan menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk menghadapi dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui program tersebut, Baitul Mal Aceh berharap lahir generasi muda yang memiliki keterampilan, kemandirian, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Keberangkatan para peserta juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan vokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan dana infak secara produktif.











