ByKlik.com | Riau — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memastikan Sumur Mustang Hitam (MTH)-001 di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak, sebagai discovery baru yang berpotensi memperkuat produksi migas nasional dari wilayah kerja Blok Rokan.
Kepastian tersebut diperoleh setelah PHR menyelesaikan rangkaian evaluasi pada fase uji produksi yang mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon. Temuan ini membuka peluang pengembangan lanjutan, khususnya di wilayah kerja yang selama ini dikenal sebagai lapangan migas mature.
Sumur eksplorasi MTH-001 mulai dibor pada 4 September 2025 dan mencapai kedalaman akhir 6.464 ftMD pada 26 September 2025. Secara geologi, sumur ini berada di South Aman Trough, Central Sumatra Basin, salah satu cekungan migas paling produktif di Indonesia.
Usai pengeboran, PHR melanjutkan ke tahap uji produksi pada periode 5 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Hasil pengujian menunjukkan adanya potensi sumber daya minyak dari play baru dengan perangkap stratigrafi pada Formasi Pematang URB dan Formasi Menggala.
Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho, Kamis, 15 Januari 2025 menyatakan temuan ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan lanjutan di Central Sumatra Basin. Meski laju produksi awal masih relatif rendah, discovery ini dinilai memiliki prospek peningkatan melalui intervensi sumur dan evaluasi interval lain yang belum diuji.
“Sumur MTH-001 mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Pematang URB. Ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui pendekatan teknis yang tepat,” ujar Suprayitno.
Dari sisi ekonomi, temuan ini berpotensi memberikan nilai tambah signifikan karena lokasi sumur sangat dekat dengan infrastruktur eksisting. Sumur MTH-001 berjarak sekitar 3 kilometer dari Lapangan Oki, 4 kilometer dari Lapangan Kokoh, dan 6 kilometer dari Gathering Station Libo.
Kedekatan tersebut memungkinkan optimalisasi fasilitas yang sudah ada, sehingga dapat menekan biaya pengembangan dan mempercepat proses monetisasi temuan. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi investasi migas di tengah tantangan global industri energi.
Saat ini, PHR tengah melakukan kajian menyeluruh terhadap potensi sumber daya dan cadangan, sekaligus menyiapkan skenario Produksi Awal (POPE). Keberhasilan discovery MTH-001 menegaskan bahwa eksplorasi berbasis data dan teknologi masih mampu membuka peluang ekonomi baru, sekaligus memperkuat peran Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi migas nasional.











