Berita Utama

Mentan Tegaskan Pejabat Gagal Target Swasembada Pangan Akan Dicopot

Bambang Iskandar Martin
×

Mentan Tegaskan Pejabat Gagal Target Swasembada Pangan Akan Dicopot

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan mencopot pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang tidak mampu mencapai target kinerja dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk ketegasan dalam menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan rakyat dan petani.

Menurut Mentan, kebijakan pencopotan pejabat dilakukan murni untuk memastikan seluruh jajaran bekerja optimal dan patuh terhadap arahan Presiden. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi pejabat yang bekerja setengah hati, melanggar aturan, atau gagal memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau kinerja tidak baik, main-main, dan tidak patuh terhadap perintah Bapak Presiden, harus dicopot. Kami hanya menjalankan perintah Presiden,” tegas Andi Amran saat memberikan keterangan, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa target utama pemerintah saat ini adalah mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut bekerja maksimal dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.

Baca Juga  Sekda Aceh Matangkan Kesiapan Penanganan Bencana Jelang Ramadan

Mentan juga mencontohkan kuatnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai salah satu yang terbaik selama masa tugasnya, ditandai dengan komunikasi intens dan jadwal kerja yang padat demi mencapai hasil optimal.

“Kami biasa berkomunikasi sejak dini hari dan rapat mulai subuh. Ini semua demi memastikan program ketahanan pangan berjalan maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Andi Amran menyoroti tingginya tekanan kerja dalam program swasembada pangan, termasuk koordinasi intensif dengan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus). Menurutnya, tekanan tersebut justru membentuk ketangguhan, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis nasional secara cepat dan tepat.

Kepada jajaran Eselon I Kementan, Mentan mengingatkan bahwa pencopotan pejabat pernah dilakukan secara massal dalam satu hari. Langkah itu, katanya, menjadi bukti keseriusan pemerintah bahwa kegagalan mencapai target berarti mengabaikan harapan petani.

“Pernah delapan hingga 11 pejabat kami copot dalam satu hari karena tidak mencapai target. Ini bentuk tanggung jawab menjalankan perintah Presiden,” ungkapnya.

Baca Juga  Dollar Perkasa, Biaya Produksi Naik, Harga Barang Terancam Melonjak

Lebih lanjut, Mentan menegaskan komitmennya menjalankan seluruh arahan Presiden Prabowo Subianto tanpa kompromi, termasuk memberantas korupsi, kolusi, dan praktik mafia pertanian. Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk memastikan swasembada pangan tercapai secara berkelanjutan.

Ia juga mengungkapkan tantangan berat dalam percepatan target swasembada beras dari empat tahun menjadi tiga hingga bahkan satu tahun. Meski sempat mengalami gangguan kesehatan akibat beban kerja tinggi, Mentan menegaskan tanggung jawab negara tetap menjadi prioritas utama.

“Target dipercepat menjadi satu tahun. Alhamdulillah, meski sempat vertigo dan gangguan kesehatan, sekarang mulai pulih dan kembali bekerja,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden terhadap sektor pertanian, termasuk alokasi anggaran sekitar Rp40 triliun pada tahun ini, yang disebut sebagai anggaran pertanian terbesar sepanjang sejarah dan diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai ekonomi nasional serta kesejahteraan petani.***