Berita Utama

Jemaah Haji Aceh Diimbau Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper

Raudhatul
×

Jemaah Haji Aceh Diimbau Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper

Sebarkan artikel ini
Air zam zam untuk jemaah haji Aceh. [Foto: Raudhah/byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mengingatkan seluruh jemaah haji Aceh agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi, tas kabin, maupun tas tangan saat kepulangan dari Arab Saudi ke Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan menjelang dimulainya fase pemulangan jemaah haji Aceh yang dijadwalkan mulai Minggu, 15 Juni 2026. PPIH menegaskan seluruh barang bawaan jemaah akan menjalani pemeriksaan ketat menggunakan mesin X-Ray di bandara Arab Saudi.

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan koper yang terdeteksi berisi air zamzam akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga  Kejati Aceh Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi Beasiswa

“Seluruh koper akan diperiksa melalui X-Ray dan apabila terindikasi membawa zamzam, koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara,” ujar Arijal.

Menurutnya, larangan membawa air zamzam dalam koper merupakan ketentuan yang berlaku pada proses pemulangan jemaah haji dan wajib dipatuhi untuk menghindari kendala saat keberangkatan menuju Tanah Air.

Meski demikian, Arijal memastikan seluruh jemaah tetap akan memperoleh jatah air zamzam melalui mekanisme distribusi yang telah disiapkan pemerintah.

Saat ini, sebanyak 5.484 botol air zamzam untuk jemaah Aceh telah tiba dan tersimpan di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh. Selanjutnya, Kementerian Agama kabupaten/kota dijadwalkan mengambil stok tersebut pada 2 hingga 5 Juni 2026 untuk didistribusikan kepada jemaah setelah tiba di daerah masing-masing.

Baca Juga  Sempat Diprediksi Gagal 40 Persen, Aceh Kini Tercepat Siapkan Jemaah Haji

“Pada tanggal 2 sampai 5 Juni dijadwalkan Kementerian Agama kabupaten/kota mengambil air zamzam yang seluruhnya berjumlah 5.484 botol yang saat ini sudah berada di asrama haji untuk dibawa ke daerah masing-masing,” kata Arijal.

Ia menjelaskan, sistem distribusi melalui Kementerian Agama kabupaten/kota dilakukan agar penyaluran air zamzam kepada jemaah berlangsung lebih tertib, mudah, dan merata.

Karena itu, jemaah diharapkan tidak membawa sendiri air zamzam dari Arab Saudi dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan demi kelancaran proses kepulangan ke Tanah Air.