Berita Utama

FBA Perkuat Gampong Inklusif Tangguh Hadapi Risiko Bencana Aceh

Raudhatul
×

FBA Perkuat Gampong Inklusif Tangguh Hadapi Risiko Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Workshop Kajian Risiko Bencana dan Penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gampong di Hotel Jeumpa Meinthem, SMK3 Banda Aceh, Lhong Raya, Selasa, 29 September 2026. [Foto: Raudhatul/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Forum Bangun Aceh (FBA) memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui Workshop Kajian Risiko Bencana dan Penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gampong di Hotel Jeumpa Meinthem, SMK3 Banda Aceh, Lhong Raya, Selasa, 29 September 2026.

Workshop bertema “Menuju Aceh Besar yang Inklusif Disabilitas dan Tangguh Bencana” tersebut merupakan bagian dari proyek Building Economic Resilience and Sustainable Communities in Aceh (BERSAMA) yang dilaksanakan FBA di Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu dibuka Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil. Workshop tersebut bertujuan memperkuat pemahaman aparatur dan relawan gampong mengenai analisis risiko bencana sekaligus memulai penyusunan draf awal Renkon multiancaman.

Tiga gampong menjadi fokus penyusunan dokumen tersebut, yakni Gampong Lampaya, Gampong Meunasah Baro, dan Gampong Bha Ulee Tutue.

Sebanyak 30 perwakilan gampong mengikuti kegiatan dan terlibat aktif dalam setiap sesi, terutama saat melakukan penilaian risiko berdasarkan pengalaman serta kondisi kebencanaan yang mereka hadapi di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Akses Terputus, Pemerintah Aceh Prioritaskan Pemulihan Konektivitas Dataran Tinggi

Direktur Eksekutif FBA, Dr. Syaifullah Muhammad, mengatakan penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat merupakan bagian dari komitmen FBA dalam membangun ketangguhan gampong di Aceh.

“FBA akan terus konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk menginisiasi dan mengembangkan gampong tangguh bencana di Aceh,” kata Syaifullah.

Doktor lulusan Curtin University Australia itu mengatakan pelaksanaan proyek BERSAMA mendapat dukungan dari mitra strategis untuk mendorong terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

“Dengan dukungan CBM Global dan Australia Aid, proyek BERSAMA akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Aceh Besar untuk pemberdayaan kaum rentan secara inklusif,” ujarnya.

Syaifullah juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

“Ini negeri kita, kampung kita, mari kita jaga bersama. Jangan rusak hutan, jaga lingkungan kita dengan sepenuh hati sebagai bagian dari ikhtiar mitigasi kita untuk bencana,” katanya.

Baca Juga  Dinkes Aceh Kerahkan Tim EMT Tetpadu Layani Wilayah Terpencil

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur gampong menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola kebencanaan di tingkat masyarakat.

“Aceh sebenarnya menjadi tempat bagi provinsi lain belajar tentang kebencanaan. Tapi dalam implementasinya, Aceh masih banyak tertinggal,” ujar Ridwan.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar peningkatan kapasitas aparatur gampong tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“Melalui kolaborasi dengan FBA kita berharap edukasi dan pengembangan aparatur desa dapat ditingkatkan. Sehingga Gampong Inklusi Tangguh Bencana dapat kita wujudkan,” katanya.

Melalui workshop tersebut, draf Renkon yang disusun diharapkan menjadi panduan taktis bagi aparatur dan masyarakat Gampong Lampaya, Meunasah Baro, dan Bha Ulee Tutue dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Dokumen tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat meminimalkan dampak bencana secara mandiri dengan tetap memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas dan kelompok rentan.