Berita UtamaHeadline

Mualem, Kapolda dan Ketua DPRA Bahas Ancaman Banjir

Avatar
×

Mualem, Kapolda dan Ketua DPRA Bahas Ancaman Banjir

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Ketua DPRA Zulfadhli (Abang Samalanga) membahas langkah antisipasi menghadapi kemungkinan banjir, longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu, 2 September 2026 sore. [Foto: Humas Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu mendatang.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem.

Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam pertemuan silaturahmi dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Ketua DPRA Zulfadhli (Abang Samalanga) di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu, 2 September 2026 sore.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengatakan, pertemuan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekda Aceh Taufik, Sekretaris Fraksi Partai Aceh (PA) DPR Hendri Muliana, serta Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza.

Baca Juga  BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Pangan Dapur SPPG

Menurut prakiraan BMKG, Aceh berada dalam status waspada terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat mulai September 2026. Sebelumnya, BMKG sempat mencantumkan Aceh dalam kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sebelum kemudian mengubah statusnya menjadi waspada.

Karena itu, Mualem mengajak seluruh pihak melakukan persiapan sejak dini untuk mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

“Informasi mengenai potensi peningkatan curah hujan harus menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait,” ujarnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan dan mitigasi sedini mungkin agar risiko bencana dan korban di tengah masyarakat dapat kita tekan,” sambungnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh, Kapolda Aceh dan Ketua DPRA juga membahas penguatan mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.

Baca Juga  Zaini Abdullah Wafat, Dimakamkan di Pidie Hari Ini

Pemerintah Aceh bersama seluruh unsur terkait diminta memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan.

Mualem menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Selain mitigasi bencana, pertemuan tersebut juga menjadi forum koordinasi mengenai berbagai perkembangan dan kondisi terkini Aceh. Komunikasi antarlembaga dinilai penting untuk menjaga stabilitas daerah serta mengantisipasi berbagai persoalan secara bersama.

Pemerintah Aceh berkomitmen terus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana agar potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini dan dampaknya terhadap masyarakat diminimalkan.