Byklik.com | Makassar – Tiga kru pesawat udara TNI Angkatan Laut (TNI AL) jenis NC 212-200 Aviocar dinyatakan selamat tanpa cedera setelah mengalami insiden saat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Penerangan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Letkol Laut Eko Hadi Setyawan mengatakan seluruh kru dalam kondisi selamat.
“Ketiga kru selamat tanpa cedera,” kata Eko melalui siaran pers yang diterima di Makassar, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pesawat dengan nomor ekor U-6215 dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal itu membawa tiga personel TNI AL. Insiden terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 11.21 WITA.
Pesawat melakukan pendaratan di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin. Sesaat setelah menyentuh landasan dan menjalani proses landing roll, ban utama sebelah kanan mengalami kempis atau pecah.
“Kondisi tersebut menyebabkan pesawat mengalami pergerakan menyimpang ke arah kanan hingga keluar dari tepi landasan,” ujar Eko.
Menghadapi kondisi tersebut, awak pesawat yang dipimpin Kapten Laut (P) Galih bersama Kapten Laut (P) Nova dan Letda Laut (P) Rendy langsung menjalankan prosedur keselamatan dengan melakukan emergency cut engine sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko lebih lanjut setelah pesawat keluar dari sisi landasan.
Tim di lapangan kemudian mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Lanud Sultan Hasanuddin serta pengelola bandara. Petugas juga melakukan penggantian ban sebelum pesawat dievakuasi ke Apron Lanud Hasanuddin.
Pemeriksaan teknis terhadap pesawat selanjutnya telah dilakukan untuk mengetahui kondisi pesawat dan memastikan kelayakannya.
Sukhoi TNI AU Juga Keluar Landasan
Sehari sebelumnya, insiden serupa terjadi pada pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI Angkatan Udara di Bandara Sultan Hasanuddin.
Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu Runway 13 (13-21) pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman.
“Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan test berikutnya,” ujar Nyoman.
Ia menjelaskan, insiden terjadi dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menjalani overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.
Dalam rangkaian pengujian tersebut, pesawat melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan, termasuk simulasi take off dan pengereman di landasan.
Namun, saat pengereman dilakukan, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal. Kondisi itu menyebabkan pesawat keluar sekitar 30 meter dari batas ujung landasan.
Kedua insiden tersebut kini menjadi bagian dari pemeriksaan teknis masing-masing satuan untuk memastikan penyebab gangguan serta kesiapan pesawat sebelum kembali menjalankan penerbangan.











