Byklik.com | Jakarta – Pemerintah mulai mengubah strategi pemerataan akses internet nasional dengan tidak lagi mengandalkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) sebagai satu-satunya solusi. Berbagai teknologi akan dipadukan agar konektivitas dapat menjangkau wilayah terpencil sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pembangunan konektivitas ke depan akan mengombinasikan BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga teknologi telekomunikasi lainnya berdasarkan karakteristik setiap daerah.
“Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” ujar Nezar saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Nezar, pendekatan tersebut membuat pembangunan jaringan lebih efektif karena teknologi yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dengan cara itu, wilayah yang selama ini sulit memperoleh akses internet diharapkan dapat segera terlayani.
Ia mengungkapkan Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat konektivitas terbaik di Indonesia. Dari 841 desa, sebanyak 803 desa telah terjangkau layanan internet atau sekitar 95,5 persen.
Meski demikian, pemerintah masih mencatat terdapat 269 titik blankspot yang harus menjadi prioritas penanganan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI, dan operator telekomunikasi.
Nezar menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam mewujudkan pemerataan akses digital. Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan jaringan di wilayah blankspot maupun daerah dengan kualitas sinyal yang masih lemah.
“Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah provinsi telah menerapkan strategi pembangunan yang memadukan berbagai teknologi, mulai dari fiber optik, VSAT, hingga satelit, agar penyediaan layanan internet di desa berjalan lebih efektif.
“Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa,” ujarnya.
Ririn menambahkan percepatan pemerataan konektivitas membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama dalam sinkronisasi data, penguatan kebijakan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Kuncinya sekarang dalam kondisi tersebut kita kolaborasi. Jadi kami mohon dukungan penuh. Komitmen kami juga membersamai program-program, salah satunya internet,” pungkasnya.











