Byklik.com | Cot Girek – Penantian panjang masyarakat Desa Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek, akhirnya berakhir. Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang dibangun secara gotong royong oleh TNI bersama masyarakat kini rampung 100 persen, membuka akses baru yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga pedalaman.
Jembatan sepanjang 65 meter, lebar 4,5 meter, dan tinggi 9 meter itu kini menjadi jalur utama yang menghubungkan Desa Kampung Tempel dengan Kemukiman Brandang. Proyek tersebut diselesaikan oleh personel Koramil 20/Cot Girek, Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat.
Sebelum jembatan berdiri, warga harus memutar melalui Jalan Line Pipa Baru sejauh 8 hingga 12 kilometer. Sebagian jalur bahkan hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak menuju sekolah dan petani yang mengangkut hasil kebun.
Danramil 20/Cot Girek, Kapten Inf Darmansyah, mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk menjaga serta merawat jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Darmansyah juga mengingatkan agar kendaraan yang melintas tidak melebihi kapasitas maksimal lima ton demi menjaga kekuatan konstruksi.
Geuchik Gampong Tempel, Irwan Slamet, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Kampung Tempel, Dusun Pucuk Rintis, hingga Dusun Bukit Selamat.
Menurutnya, akses transportasi yang lebih mudah akan mempercepat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan pemerintah atas pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan warga pedalaman.
Salah seorang warga, Bustami, mengaku kehadiran jembatan tersebut menjadi harapan baru, terutama bagi anak-anak yang kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih mudah dan cepat.
“Dulu anak-anak harus menempuh perjalanan jauh dan sering terlambat ke sekolah. Sekarang akses sudah lebih dekat, kami berharap mereka bisa belajar dengan lebih nyaman dan masa depan mereka semakin baik,” ujarnya.
Rampungnya Jembatan Perintis Garuda Tahap III diharapkan tidak hanya mengakhiri keterisolasian wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Aceh Utara.











