Pendidikan & Karier

Unsam Bekali Dosen Keterampilan Konseling Dukung Well-Being Mahasiswa

Avatar
×

Unsam Bekali Dosen Keterampilan Konseling Dukung Well-Being Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Pelatihan diselenggarakan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling Unsam berlangsung di Gedung Multiguna Unsam, Selasa, 4 Agustus 2026. [Foto: Humas Unsam]

Byklik.com | Langsa – Universitas Samudra (Unsam) memperkuat kapasitas dosen sebagai pembimbing akademik melalui Pelatihan Dasar Konseling Pembimbing Akademik. Langkah ini dilakukan untuk mendukung well-being mahasiswa yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan studi, selain capaian akademik.

Pelatihan yang diselenggarakan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling Unsam itu berlangsung di Gedung Multiguna Unsam, Selasa, 4 Agustus 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsam, Dr. Ir. Nasruddin, S.T., M.T., mengatakan perubahan karakteristik mahasiswa menuntut dosen memiliki kompetensi yang lebih luas sebagai pembimbing akademik.

Menurutnya, dosen tidak lagi cukup hanya mengarahkan proses perkuliahan, tetapi juga harus memahami dinamika kehidupan mahasiswa agar mampu memberikan pendampingan secara menyeluruh.

Baca Juga  Mantan Kabid DLHK Kota Langsa Didakwa Korupsi Lampu Jalan Rp1,6 M

“Pendekatan pembimbingan yang dulu mungkin efektif, saat ini perlu disesuaikan. Dosen harus mampu mendampingi mahasiswa secara menyeluruh agar aktivitas akademik dan nonakademik dapat berjalan seimbang,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber Alda Zahara Islamyati, M.Pd., menjelaskan bahwa kondisi well-being menjadi fondasi utama keberhasilan mahasiswa. Melalui konsep PERMA yang meliputi Positive Emotion, Engagement, Relationships, Meaning, dan Accomplishment, pembimbing akademik dapat membantu mahasiswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara psikologis.

“Mahasiswa yang memiliki well-being yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan, memiliki motivasi belajar yang lebih kuat, dan mampu berkembang secara optimal. Karena itu, pembimbing akademik perlu memahami kondisi mahasiswa, bukan hanya capaian akademiknya,” kata Alda.

Sementara itu, Dr. Helmi Ghoffar, M.Pd., menekankan pentingnya keterampilan dasar konseling bagi dosen karena pembimbing akademik sering menjadi pihak pertama yang mendengarkan persoalan mahasiswa, baik yang berkaitan dengan akademik maupun kehidupan pribadi.

Baca Juga  Kesempatan Terakhir Kuliah di USK Melalui Jalur Mandiri

Menurutnya, kemampuan seperti empati, attending, open-ended questions, dan summarizing menjadi bekal penting agar proses pendampingan berlangsung lebih efektif.

“Empati adalah pintu masuk dalam proses bimbingan. Ketika dosen mampu mendengar secara aktif dan memahami mahasiswa tanpa menghakimi, maka solusi akan lebih mudah ditemukan bersama,” ungkap Helmi.

Melalui pelatihan ini, UPA Bimbingan dan Konseling Unsam berharap para dosen mampu menerapkan pendekatan konseling dalam bimbingan akademik sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih suportif, meningkatkan prestasi mahasiswa, sekaligus mendukung percepatan masa studi.