Byklik.com | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Konsolidasi Penguatan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) serta identifikasi dan penetapan usulan Desa Berkinerja Baik Penanganan Stunting Tahun 2026 di Oproom Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Bireuen Ir H Razuardi MT itu diikuti 56 peserta dari berbagai unsur yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bireuen.
Kepala Bappeda Bireuen, Dailami SHut MLing, mengatakan rapat tersebut bertujuan memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen seluruh anggota TP3S dalam pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting. Selain itu, forum juga mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, serta menyusun langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas intervensi.
“Rapat ini juga menetapkan desa yang akan diusulkan sebagai peserta penilaian Desa Berkinerja Baik Penanganan Stunting Tahun 2026 sesuai pedoman Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” ujar Dailami.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen Razuardi menegaskan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi pada anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bireuen pada masa mendatang. Permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pola asuh keluarga, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi, air minum layak, pendidikan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Razuardi berharap rapat konsolidasi tersebut mampu memperkuat komitmen bersama, mengevaluasi berbagai capaian, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menghasilkan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bireuen.
Ia juga berharap desa yang nantinya diusulkan mengikuti penilaian Desa Berkinerja Baik Penanganan Stunting Tahun 2026 benar-benar menjadi contoh praktik terbaik, memiliki inovasi, serta menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.











