Berita Utama

Mahasiswa KKN USK Bekali Warga Cut Langien Siaga Bencana

Bambang Iskandar Martin
×

Mahasiswa KKN USK Bekali Warga Cut Langien Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX membekali masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan Gerakan Administrasi Dokumen Aman (GERADAM), Kamis, 23 Juli 2026. (Ist)

Byklik.com | Meureudu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX membekali masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan Gerakan Administrasi Dokumen Aman (GERADAM), Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, seperti banjir maupun bencana alam lainnya, melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

Edukasi dilaksanakan menggunakan metode door to door atau dari rumah ke rumah. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara langsung, tetapi juga berdialog dengan warga mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Program tersebut melibatkan tujuh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Kolaborasi lintas disiplin itu menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep Tas Siaga Bencana yang berisi perlengkapan dasar untuk menghadapi keadaan darurat, seperti air minum, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama, pakaian secukupnya, senter, dokumen penting, serta uang tunai.

Baca Juga  Rektor USK Groundbreaking Pembangunan Gedung Skill Lab Fakultas Kedokteran

Menurut mahasiswa, keberadaan tas siaga dapat mempercepat proses evakuasi, memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, sekaligus mengurangi kepanikan ketika bencana terjadi.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai GERADAM sebagai upaya melindungi dokumen penting keluarga dari risiko kerusakan maupun kehilangan akibat bencana.

Warga diimbau menyimpan dokumen penting, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, ijazah, sertifikat, dan dokumen penting lainnya di dalam map atau wadah kedap air, kemudian menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau apabila proses evakuasi diperlukan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selama sosialisasi berlangsung, warga aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana.

Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

“Melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Ketika bencana datang, masyarakat sudah mengetahui barang-barang penting yang harus diselamatkan, memahami pentingnya melindungi dokumen keluarga, serta mampu bertindak lebih tenang dan cepat sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan. Harapan kami, pengetahuan ini dapat diterapkan oleh setiap keluarga sebagai bagian dari budaya siaga bencana,” ujar Ari.

Baca Juga  USK Kukuhkan Enam Profesor Baru Berbagai Disiplin Ilmu

Ia menambahkan, budaya sadar bencana perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga melalui pengetahuan dan tindakan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK karena dinilai memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK Kelompok Reguler 11, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap berbagai program edukatif yang dilaksanakan mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Desa, khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.***