Byklik.com | Brebes – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan memprioritaskan penyerapan susu hasil produksi peternak dalam negeri sebagai langkah mempercepat swasembada susu nasional. Selama kebutuhan nasional dapat dipenuhi oleh peternak lokal, pemerintah tidak akan melakukan impor susu.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama (GDB) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Amran, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan produksi dalam negeri sebagai prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
“Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” ujar Amran.
Ia menjelaskan, kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi defisit produksi susu. Pada 2025, kekurangan pasokan diperkirakan mencapai 6,72 juta ton atau sekitar 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi tersebut, menurut Amran, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu melalui investasi, pembangunan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.
“Saya ingin merumuskan kebijakan agar Indonesia bisa swasembada susu. Swasembada beras yang lebih berat saja bisa kita capai. Swasembada susu juga bisa diwujudkan apabila semua pihak bergerak bersama,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi peternakan, pengolahan hasil, hingga jaminan pasar bagi peternak.
Amran menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan menjadi faktor penting dalam mempercepat tercapainya swasembada susu nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah. Kawasan peternakan modern itu ditargetkan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu segar per tahun atau setara sekitar 18 persen dari produksi susu segar nasional.
Selain meningkatkan pasokan susu, proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pedesaan melalui kemitraan dengan ribuan petani dan peternak lokal.
CEO Savoria Group selaku induk perusahaan PT Global Dairi Bersama, Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan peternakan terpadu di Brebes merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada susu nasional.
Menurut Ihsan, proyek tersebut akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal sebagai mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil. Selain itu, sekitar 8.000 peternak rakyat akan diberdayakan melalui program kemitraan pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan ternak.
“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi 180 ribu ton susu segar setiap tahun, peternakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.
Pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat swasembada susu nasional.
Melalui peningkatan produksi dalam negeri, investasi, serta kemitraan yang melibatkan ribuan petani dan peternak, pemerintah menargetkan kebutuhan susu masyarakat Indonesia dapat dipenuhi secara bertahap dari produksi nasional sehingga ketergantungan terhadap impor terus berkurang.***











