Headline

Kemenhut Cetak Generasi Muda Penjaga Hutan Indonesia

Bambang Iskandar Martin
×

Kemenhut Cetak Generasi Muda Penjaga Hutan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kemenhut menyelenggarakan Forest Youth Commitment 2026 bertema "Rising Young Guardian of Himba Etam: Membangun Generasi Muda Penjaga Hutan Melalui Aksi Nyata di Samarinda, Kalimantan Timur, 14-15 Juli 2026. (Foto: Biro Humas Kemenhut)

Byklik.com | Samarinda – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa masa depan hutan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah maupun kemajuan teknologi, tetapi juga bergantung pada kualitas generasi muda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forest Youth Commitment 2026 bertema “Rising Young Guardian of Himba Etam: Membangun Generasi Muda Penjaga Hutan Melalui Aksi Nyata di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Juli 2026 itu diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan SDM (P2SDM) Wilayah V Samarinda.

Forest Youthverse Summit 2026 menjadi puncak rangkaian pembinaan yang sebelumnya diawali melalui Mentoring Class dan Coaching Class. Program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan penguatan kapasitas, pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kolaborasi, pengembangan inovasi, serta penyusunan rencana aksi untuk menjawab tantangan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.

Sebanyak 30 Generasi Pelestari Hutan (Genries) terpilih mengikuti kegiatan bersama perwakilan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, organisasi kepemudaan, Saka Wanabakti, serta pegiat lingkungan dari Kalimantan Timur. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran lapangan, berdiskusi dengan praktisi kehutanan dan konservasi, membangun jejaring kolaborasi, serta merumuskan berbagai solusi inovatif terhadap persoalan kehutanan dan lingkungan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, mengatakan Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam yang sangat berharga, terutama kawasan hutan yang menjadi penyangga kehidupan sekaligus aset strategis bagi masa depan Indonesia.

Baca Juga  Perdana, Kemenhut Gunakan Drone Thermal Pantau Gajah Sumatera

“Kalau hari ini orang bertanya apa yang paling berharga dari Kalimantan Timur, mungkin ada yang menjawab batu bara, minyak dan gas, atau Ibu Kota Nusantara. Semua jawaban itu benar. Tetapi bagi saya, kekayaan terbesar Kalimantan Timur adalah hutannya. Dan masa depan hutan itu tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kepedulian generasi mudanya,” ujar Luckmi, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi dengan sekitar 65 juta generasi muda atau hampir seperempat dari total jumlah penduduk. Momentum tersebut harus diubah menjadi bonus ekologis melalui lahirnya generasi muda yang memiliki karakter, kompetensi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kelestarian hutan dan lingkungan.

“Bonus demografi harus menjadi bonus ekologis. Kita ingin jutaan anak muda Indonesia bukan hanya menjadi generasi yang produktif, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Ketika jutaan anak muda bergerak bersama menjaga hutan, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Indonesia,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari pembelajaran lapangan di Arboretum Himba Etam, aksi penanaman pohon, diskusi inspiratif bersama praktisi kehutanan dan konservasi, hingga Parade Inovasi yang menampilkan beragam gagasan kreatif mengenai konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi hutan, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelestarian hutan.

Berbagai inovasi yang dipresentasikan peserta menunjukkan besarnya potensi generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga  Dua Pelaku Pembalakan Liar Diciduk, 62 Kayu Disita

Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembentukan jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan gerakan pelestarian hutan di tingkat daerah maupun nasional.

Kepala Balai P2SDM Wilayah V Samarinda, Elpa Rifadi, mengatakan Forest Youthverse menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab yang besar sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Karena itu kami berharap Forest Youthverse tidak hanya menjadi ruang belajar bagi generasi muda, tetapi juga menjadi awal lahirnya kolaborasi dan aksi nyata yang terus berlanjut dalam menjaga Himba Etam sebagai kebanggaan Kalimantan Timur. Balai P2SDM Wilayah V Samarinda berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian, kompetensi, dan kepemimpinan dalam pelestarian hutan,” ujarnya.

Pada penutupan kegiatan, seluruh peserta membacakan Forest Youth Commitment, sebuah deklarasi bersama yang menegaskan komitmen untuk terus belajar, berkolaborasi, menghadirkan inovasi, serta melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Deklarasi tersebut menjadi simbol bahwa semangat pelestarian hutan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, melainkan akan terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata di daerah asal masing-masing peserta.

Melalui Forest Youthverse Summit 2026, Kementerian Kehutanan berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi Green Leaders, Green Communicators, dan Forest Heroes sebagai penggerak utama pelestarian hutan Indonesia yang berkelanjutan.***