Byklik.com | Badung – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyoroti maraknya aktivitas judi online di Indonesia yang dinilai telah berada pada kondisi sangat memprihatinkan. Ia mendorong aparat penegak hukum mengambil langkah yang lebih tegas untuk memberantas kejahatan digital tersebut karena dinilai telah merusak berbagai sendi kehidupan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Nurul Arifin usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat, 26 Juni 2026.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah melakukan pemblokiran situs dan penelusuran aliran dana terkait judi online. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mampu mengimbangi kemunculan situs-situs baru yang terus bermunculan di ruang digital.
“Kita apresiasi langkah tersebut, namun kenyataannya ketika dihilangkan sepuluh justru tumbuh seratus akun judi online baru yang sangat luar biasa,” ujar Nurul.
Ia menilai judi online memiliki dampak yang sangat destruktif karena bersifat adiktif dan dapat menimbulkan ketergantungan psikologis bagi para pelakunya. Akibatnya, bukan hanya pemain yang menjadi korban, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar yang ikut menanggung dampak sosial.
“Banyak korban bermunculan, bukan cuma pelakunya sendiri, tapi juga mempermalukan keluarga besar, bahkan orang-orang di sekitarnya harus ikut bertanggung jawab atas kelakuan satu orang,” tegasnya.
Menurut Nurul, penanganan kasus judi online tidak boleh hanya menyasar para pemain di tingkat bawah. Aparat penegak hukum perlu memutus seluruh mata rantai kejahatan, termasuk menindak pihak-pihak yang mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari bisnis ilegal tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian sanksi hukum yang lebih berat kepada para pemilik dan pengelola platform judi online. Di samping penegakan hukum, edukasi kepada masyarakat juga harus terus diperkuat agar kesadaran publik terhadap bahaya judi online semakin meningkat.
Nurul memastikan dirinya akan terus mengedukasi masyarakat agar menjauhi segala bentuk praktik perjudian ilegal yang dinilai merusak masa depan individu maupun keluarga.
Ia pun mengaku heran dengan masih bertahannya jaringan judi online di Indonesia meski berbagai upaya penindakan telah dilakukan. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan tidak mengendurkan pengawasan hingga ekosistem perjudian daring benar-benar dapat diberantas.
“Harusnya memang ada tindak tegas buat para pemilik platform judi online ini. Saya bingung juga kenapa barang ini tidak ada habis-habisnya dan tidak ada mati-matinya,” pungkasnya.











