Pendidikan & Karier

Sigupai Mambaco Ubah Literasi Jadi Praktik Pengalaman Seru

×

Sigupai Mambaco Ubah Literasi Jadi Praktik Pengalaman Seru

Sebarkan artikel ini

Byklik | Blangpidie—Komunitas literasi Sigupai Mambaco menghadirkan terobosan baru dengan mengubah We Drink Blangpidie menjadi ruang baca interaktif bagi anak-anak. Melalui kegiatan membaca nyaring buku Es Krim Awan yang dipadukan dengan praktik membuat es krim, Sigupai Mambaco menunjukkan bahwa literasi tidak hanya identik dengan ruang dan rak buku. Namun, bisa hadir di tengah ruang publik yang dekat dengan keseharian anak.

Pendiri Sigupai Mambaco, Nita Juniarti, mengatakan inovasi ini menjadi kelanjutan dari berbagai gerakan literasi unik yang selama ini dibangun komunitas tersebut di Aceh Barat Daya, mulai dari buku keliling hingga kelas kreatif berbasis pengalaman langsung.

“Pada Minggu (24/5/2025), We Drink Blangpidie yang biasanya menjadi tempat bersantai mendadak dipenuhi tawa dan keceriaan 17 anak bersama orang tuanya. Kami mencoba menghadirkan suasana baru dengan menyulap ruang modern itu menjadi ruang literasi kreatif melalui kegiatan membaca nyaring buku Es Krim Awan yang dipadukan langsung dengan aktivitas membuat es krim,” ujar Nita Juniarti kepada byklik, Selasa, 26 Mei 2026.

Sigupai Mambaco melaksanakan kegiatan baca nyaring Es Krim Awan yang didukung oleh We Drink yang bertujuan untuk menghadirkan suasana baru dalam mengenalkan budaya membaca kepada anak-anak di Aceh Barat Daya (Abdya). Dengan memanfaatkan ruang publik yang ramah keluarga, kegiatan ini sukses memadukan literasi, sains sederhana, dan agenda STEAM dari buku.

Baca Juga  Ingin Mahir Menulis? Yuk, Bergabung dengan FLP Aceh

Semetara itu, pemilik We Drink Blangpidie, Trisnahadi, mengatakan, sebuah kehormatan bagi pihaknya bisa menjadi bagian dari keceriaan anak-anak. Pihaknya sangat mendukung gerakan literasi kreatif seperti ini.

“Melihat tawa dan semangat mereka saat membaca sambil belajar membuat es krim adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Trisnahadi, sekaligus yang memandu kegiatan pembuatan es krim.

Acara dimulai dengan perkenalan cara ice breaking part of my boddy lalu tutorial membuat es krim oleh Trisnahadi. Lalu sesi membaca nyaring yang dibawakan secara interaktif oleh Nita. Dua orang tua, Alfi dan Annisa, turut membaca buku secara bergantian. Dua peserta yang sudah lancar membaca, Putro dan Abdurrahman, turut unjuk kebolehan membaca.  Suasana makin hidup karena anak-anak merespons cerita dengan latar belakang ruang We Drink yang nyaman.

Usai mendengarkan cerita, keseruan beralih ke sesi eksperimen sains bookish play. Menggunakan bahan dasar pembuatan es krim yang sudah disediakan, anak-anak diajak mempraktikkan langsung cara membuat es krim dengan mesin yang canggih. Mereka dengan ceria mengocok adonan hingga menjadi es krim yang lembut hingga dimasukkan dalam mesin. Setelah itu, anak-anak juga memasukkan sendiri es krim dari mesin ke dalam cup dibantu oleh petugas.

Baca Juga  SMAN 3 Banda Aceh Jadi Sekolah Model Koding dan AI

Melalui kegiatan ini, We Drink tidak hanya menjadi tempat menikmati minuman kekinian, tetapi juga menjelma menjadi ruang edukasi yang inklusif bagi anak-anak di Abdya. Tim Sigupai Mambaco berharap kolaborasi antara literasi dan ruang kreatif seperti ini dapat terus berlanjut demi melahirkan generasi yang cinta buku dengan cara yang menyenangkan.

“Saya suka sekali kegiatan ini, apalagi es krimnya. Jadi tahu es krim awan dari buku dan belajar membuat es krim. Tadi sempat menangis karena mamak tidak antar saya, saya ke rumah nenek tapi akhirnya mamak mau antar, saya senang sekali,” kata Zayyan, salah satu peserta kegiatan yang sekolah di MIN 3 Aceh Barat Daya kelas tiga.

Acara ditutup dengan momen manis saat anak-anak menikmati hasil es krim buatan mereka sendiri bersama-sama.[]