Ekonomi & BisnisLingkungan & Energi

Menkop Resmikan SPBUN untuk Kesejahteraan Nelayan Aceh Selatan

Avatar
×

Menkop Resmikan SPBUN untuk Kesejahteraan Nelayan Aceh Selatan

Sebarkan artikel ini
Menteri Koperasi Republik Indonesia (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan SPBUN Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa, 28 April 2026. [Foto: Humas Kemenkop]

Byklik.com | Tapaktuan – Menteri Koperasi Republik Indonesia (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kawasan pesisir menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

Menurut Ferry, penyediaan SPBUN merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pesisir melalui akses bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mudah, terjangkau, dan tepat sasaran.

“Kehadiran negara melalui pendirian SPBUN ini insyaallah dapat mengubah tatanan ekonomi yang ada di sini dan harapannya nanti bisa mengubah fakta-fakta yang menyedihkan sebelumnya,” kata Ferry dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan SPBUN Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa, 28 April 2026.

Ferry menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pembangunan SPBUN di berbagai wilayah pesisir yang memiliki jumlah nelayan besar.

Baca Juga  Produksi Migas Aceh Kuartal I 2025 Lampaui Target

“Kelompok masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai merupakan kelompok yang relatif miskin, sehingga lebih membutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak, termasuk pemerintah melalui pembangunan SPBUN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry menekankan pentingnya sinergi antara program Kampung Nelayan Merah Putih dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, kedua program tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga.

“Konsep pembangunan SPBUN yang disatukan dalam ekosistem KDKMP akan terus direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Ferry.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menilai peresmian SPBUN di Aceh Selatan sebagai langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi nelayan.

Baca Juga  USK Dorong Kebijakan Iklim Responsif Gender Aceh

“SPBUN ini hadir untuk memberikan keadilan energi, menurunkan biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di Aceh Selatan,” ujar Didit.

Di sisi lain, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menyebut daerahnya memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, dengan 71 desa pesisir dan sekitar 7.000 nelayan.

“Nelayan menjadi salah satu urat nadi perekonomian Aceh Selatan, sehingga perlu dukungan nyata agar kesejahteraan mereka meningkat seiring kontribusinya terhadap ekonomi daerah dan nasional,” kata Mirwan.

Ia menambahkan, keberpihakan pemerintah melalui pembangunan SPBUN diharapkan mampu mendorong peningkatan taraf hidup nelayan serta memperkuat ketahanan pangan dari sektor kelautan.