Byklik.com | Hanoi – Majelis Nasional Vietnam menyetujui resolusi rencana pembangunan sosial-ekonomi lima tahun periode 2026–2031 dengan target ambisius pertumbuhan ekonomi rata-rata 10 persen atau lebih per tahun.
Dalam resolusi tersebut, Vietnam menargetkan menjadi negara berkembang dengan basis industri modern dan berpendapatan menengah ke atas, serta masuk dalam 30 ekonomi terbesar dunia pada 2030.
Selain itu, produk domestik bruto (PDB) per kapita diproyeksikan mencapai US$8.500 pada akhir dekade.
Majelis Nasional menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan stabilitas makroekonomi, pengendalian inflasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Tujuan utama adalah pembangunan cepat dan berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial,” demikian poin dalam resolusi tersebut, Jumat, 24 April 2026.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan memperkuat infrastruktur, mendorong inovasi, transformasi digital, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di sektor infrastruktur, fokus diarahkan pada pembangunan jalan tol, pelabuhan laut utama, bandara, hingga proyek kereta api berkecepatan tinggi utara–selatan.
Majelis Nasional juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi berbeda untuk setiap daerah. Hai Phong menjadi wilayah dengan target tertinggi, yakni 13–13,5 persen pada 2026 dan rata-rata 13–14 persen hingga 2030.
Sementara Hanoi ditargetkan tumbuh 10–10,5 persen dan Ho Chi Minh City sebesar 10 persen. Sejumlah daerah lain seperti Bac Ninh, Quang Ninh, dan Thanh Hoa juga dipatok di atas 10 persen.
Di sisi lain, beberapa wilayah seperti Gia Lai dan Son La ditargetkan tumbuh lebih rendah, sekitar 8 persen.
Majelis Nasional menekankan pentingnya reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas aparatur negara. Pemerintah diminta tegas mengganti pejabat yang tidak kompeten serta memberikan ruang bagi aparatur yang inovatif dan bertanggung jawab.
Selain itu, pemerintah juga diberi mandat untuk secara proaktif menyesuaikan kebijakan fiskal, termasuk pajak dan biaya, dalam menghadapi situasi darurat ekonomi.
Dalam aspek sosial, Vietnam berkomitmen memperkuat sistem pendidikan, mengembangkan budaya, serta menarik talenta unggul guna mendukung daya saing nasional.
Isu lingkungan juga menjadi perhatian, termasuk penanganan polusi udara, kemacetan, dan banjir di kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City.
Dengan strategi tersebut, Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi yang agresif namun tetap berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya di tingkat global.











