Berita Utama

Mendagri Tinjau Huntara dan Jembatan di Bener Meriah

Bambang Iskandar Martin
×

Mendagri Tinjau Huntara dan Jembatan di Bener Meriah

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, meninjau hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin, 20 April 2026. (Foto: Humas Pemkab Bener Meriah)

Byklik.com | Redelong – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, meninjau hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin, 20 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhillah, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, dan Wakil Bupati Armia. Selain meninjau kondisi huntara, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada para penghuni.

Usai dari lokasi huntara, rombongan melanjutkan peninjauan ke Jembatan Bailey yang menjadi salah satu akses vital masyarakat setempat pascabencana.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Wagub Aceh Usul Tambahan Sapi Meugang

Turut hadir dalam rombongan, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Z.A., Kepala Posko Penanganan Bencana Irjen Pol. Wahyu Hadiningrat, serta Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Kementerian Dalam Negeri beserta sejumlah staf.

Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Mayjen TNI Asep Setia Gunawan, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Inf. Ahmad Fauzi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edwar.

Baca Juga  Mendagri: 29 Desa Hilang Akibat Bencana di Sumatra

Rombongan juga didampingi anggota DPRK Bener Meriah Anwar, para asisten di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, serta kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) setempat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, termasuk penyediaan hunian layak serta percepatan pemulihan infrastruktur bagi masyarakat terdampak.***