Berita Utama

Dekranasda Aceh Besar Promosikan Produk UMKM Lokal

Bambang Iskandar Martin
×

Dekranasda Aceh Besar Promosikan Produk UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rita Mayasari, mempromosi produk unggulan daerah kepada Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.I Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Kodau I, Rieke Avianita Suryo Anggoro di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar terus berupaya memperluas promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal guna meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan promosi produk unggulan daerah kepada Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.I Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Kodau I, Rieke Avianita Suryo Anggoro, beserta jajaran yang berkunjung ke Gedung Dekranasda Aceh Besar di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis, 4 Juni 2026.

Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rita Mayasari, menyambut langsung kedatangan rombongan yang turut didampingi Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar Nurul Fazli, Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti, serta pengurus lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak meninjau berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM dan perajin binaan Dekranasda Aceh Besar. Produk yang dipamerkan antara lain anyaman rotan, batik khas Aceh, kain tenun, aneka makanan olahan, serta berbagai produk ekonomi kreatif lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya dan potensi daerah.

Baca Juga  Pemerintah Luncurkan ION, UMKM Lepas Jerat Platform Digital

Rita Mayasari mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan hasil karya masyarakat Aceh Besar kepada berbagai kalangan sekaligus memperluas peluang promosi produk lokal.

“Hari ini kami memperkenalkan berbagai hasil karya UMKM dan perajin Aceh Besar yang selama ini terus dibina oleh Dekranasda. Produk-produk ini merupakan hasil kreativitas masyarakat yang memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi,” kata Rita.

Menurutnya, Dekranasda Aceh Besar terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan usaha, promosi, serta perluasan akses pemasaran.

“Kami ingin produk-produk lokal Aceh Besar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, promosi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mendukung perkembangan UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Para pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Dekranasda akan terus hadir untuk mendampingi dan membantu mereka agar mampu berkembang, berdaya saing, dan semakin mandiri,” katanya.

Baca Juga  Wagub Aceh Dampingi Menko Pangan Tinjau KDMP di Geuceu Komplek

Sementara itu, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.I Lanud SIM Kodau I, Rieke Avianita Suryo Anggoro, mengapresiasi beragam produk yang dihasilkan para pelaku UMKM Aceh Besar.

Menurutnya, produk-produk yang ditampilkan memiliki kualitas yang baik serta menampilkan identitas budaya daerah yang kuat.

“Kami melihat banyak produk yang unik, berkualitas, dan memiliki ciri khas daerah yang kuat. Ini merupakan potensi besar yang perlu terus didukung dan dipromosikan,” ujarnya.

Usai meninjau galeri UMKM di Gedung Dekranasda Aceh Besar, rombongan melanjutkan kunjungan ke salah satu sentra kerajinan batik di Kecamatan Kuta Malaka. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan secara langsung proses pembuatan batik, mulai dari pencantingan, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian akhir.

Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda Aceh Besar berharap semakin banyak pihak yang mengenal, menggunakan, dan mendukung produk-produk lokal hasil karya masyarakat Aceh Besar. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.***