Berita Utama

Gus Ipul Tinjau Operasi Katarak di Lombok Tengah

Bambang Iskandar Martin
×

Gus Ipul Tinjau Operasi Katarak di Lombok Tengah

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di RS Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 17 Maret 2026. (Foto: Kemensos)

Byklik.com | Lombok Tengah – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di RS Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 17 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Sosial dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga filantropi.

Dalam kunjungannya, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyapa langsung para penerima manfaat yang tengah mengantre usai proses screening, sekaligus memastikan kesiapan mereka sebelum menjalani tindakan operasi.

Baca Juga  Pemerintah Perkuat Akurasi Data PBI JKN, 152 Juta Warga Terdaftar

Program operasi katarak gratis ini menjadi salah satu layanan kesehatan sosial yang menyasar masyarakat yang membutuhkan. Pada tahun 2026, Kementerian Sosial menargetkan 10.000 penerima manfaat operasi katarak di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, program ini menyasar 500 penerima manfaat yang tersebar di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Bima dan Kota Bima sebanyak 165 orang, Kabupaten Lombok Tengah 100 orang, serta Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat sebanyak 235 orang.

Di tahap awal pelaksanaan di Lombok Tengah, sebanyak 100 warga telah menjalani screening dan dinyatakan siap untuk menjalani operasi. Pelaksanaan operasi dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026 di RS Mandalika dan dilanjutkan pada 25 Mei 2026 di Kota Bima.

Baca Juga  Sidak Inspektorat, Bupati Haili Yoga Tegaskan Komitmen Transparansi LHKPN

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lombok Tengah, jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kepala Sentra Paramita Mataram, serta tenaga medis yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Kementerian Sosial juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah dan mitra kolaborasi, atas dukungan dalam memperluas akses layanan kesehatan melalui semangat gotong royong.***