Byklik.com | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, mengajak masyarakat untuk terus meramaikan majelis ilmu dengan rutin menghadiri pengajian Tastafi di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat, 10 April 2026 malam.
Ajakan itu disampaikan Azhari sesaat setelah salat Isya, sebelum pengajian dimulai bersama ulama kharismatik Aceh, Tgk H Hasanoel Basry atau Abu Mudi.
“Kita harus terus mendekatkan diri dengan ulama dan menghadiri pengajian tanpa henti hingga akhir hayat,” ujar Azhari dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kehadiran di majelis ilmu sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan akhlak umat.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil hadir bersama jajaran, melanjutkan konsistensi kehadiran mereka yang juga terlihat pada pengajian pekan sebelumnya bersama Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi.
Sementara itu, Abu Mudi dalam tausiyahnya memfokuskan kajian pada aspek akhlak (tasawuf). Ia merujuk sejumlah kitab, di antaranya Al-Fawaid Al-Mukhtarah dan Li Saliki Thariq al-Akhirah, karya ulama tasawuf kontemporer Habib Zein Ibrahim bin Smith.
Kitab tersebut memuat hikmah, nasihat, dan tuntunan spiritual dalam menempuh jalan menuju akhirat, serta telah digunakan di berbagai pesantren, khususnya yang mengadopsi metodologi dakwah ulama Nusantara yang menetap di Madinah.
Pengajian Tastafi rutin digelar setiap Jumat malam dan disiarkan melalui berbagai kanal, seperti RRI, Radio Baiturrahman, Radioqu, Masjid Raya TV, Mudi TV, dan Radioqu TV.
Kegiatan ini telah berlangsung sejak Maret 2014. Awalnya, pengajian digelar di Meunasah Al-Latief, Gampong Kampung Baro, dengan kitab Sirussalikin sebagai rujukan utama sebelum kemudian dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman.











