Byklik.com | Bener Meriah – Polres Bener Meriah bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar berusia 16 tahun yang videonya beredar di media sosial.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satuan Reskrim Polres Bener Meriah langsung melakukan penyelidikan, meminta keterangan awal dari sejumlah pihak, serta mengumpulkan informasi dan fakta yang diperlukan untuk mengungkap perkara tersebut.
Peristiwa dugaan penganiayaan itu diketahui terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.
Korban saat ini masih menjalani perawatan di RS Datu Beru Takengon. Pemeriksaan terhadap korban akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diduga mengalami kekerasan fisik setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pelajar lainnya. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat setelah rekamannya beredar di media sosial.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menegaskan pihaknya merespons cepat setiap informasi yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat, terutama perkara yang melibatkan anak.
“Kami memastikan laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Dalam perkara ini, kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti dan memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak,” tegasnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Bener Meriah masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi, mengumpulkan alat bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas maupun rekaman yang dapat berdampak terhadap korban yang masih berusia anak.
Polres Bener Meriah memastikan penanganan perkara dilakukan secara cepat, responsif, dan profesional sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat.











