
Di Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya, terdapat pantai yang unik. Namanya Pantai Suak Beurumbang. Pantai ini berada di tiga desa, yaitu Ladang Tuha I, Ladang Tuha II, dan Ujong Tanoh. Lazimnya, pantai berhampar pasir nan lembut. Namun, Suak Berumbang justru berhampar batu kerikil.

Bebatuan itu disebut berasal dari sedimen aliran Krueng Baru yang hanyut ke hilir. Empasan ombak membuat batu-batu itu terbawa arus hingga satu kilometer jauhnya dari aliran sungai. Selain menjadi keunikan pantai, keberadaan batu-batu itu juga menjadi sumber rezeki bagi warga di daerah tersebut.

Jika kita melewati kawasan Kecamatan Lembah Sabil Abdya yang berbatasan dengan Aceh Selatan, terlihat banyak penjual batu putih di pingir jalan raya. Batu-batu itu dikirim ke berbagai wilayah di Aceh.

“Warga memilih batu-batu yang ada di pantai, dipisahkan antara yang berwarna putih dan hitam, kemudian dijual,” kata salah satu warga, Zulkifli, 2 September 2026.
Menurut Zulkifli, pantai yang berjarak sekitar 40 menit dari Kota Blangpidie itu belum diketahui masyarakat secara umum. Hanya warga sekitar saja yang biasanya datang ke pantai untuk menikmati senja dan melihat matahari tenggelam. Sore itu, Zulkifli datang bersama cucunya. Ia duduk di hamparan batu sambil memandangi laut lepas di bibir Samudra Hindia. Angin sore bertiup pelan.

Bagi yang ingin melihat langsung keunikan pantai itu, bisa masuk melalui Simpang Meunasah Sukon, Jalan Tgk. Peukan. Sebagai oleh-oleh pengunjung bisa memilih beberapa batu untuk dibawa pulang.[]











